Bursa Asia

Bursa Asia Menguat, Investor Antusias Hadapi Laporan Keuangan yang Kuat

Bursa Asia Menguat, Investor Antusias Hadapi Laporan Keuangan yang Kuat
Bursa Asia Menguat, Investor Antusias Hadapi Laporan Keuangan yang Kuat

JAKARTA - Pasar saham Asia bergerak positif seiring dengan reli Wall Street yang menyoroti laporan keuangan perusahaan kuat. 

Dolar AS melemah, memperkuat sentimen risiko di pasar regional. Kondisi ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi global dan sektor teknologi.

Pergerakan Bursa dan Mata Uang Asia

Indeks saham Australia dan Hong Kong mengalami kenaikan, sementara Jepang melemah karena yen yang menguat. Yen berada pada level tertinggi sejak Oktober, diperdagangkan sekitar 152 per dolar AS. Dolar Taiwan naik 0,48 persen, won Korea 0,36 persen, dan peso Filipina 0,35 persen, menunjukkan penguatan mata uang regional.

Pergerakan mata uang Asia juga dipengaruhi oleh sentimen global terhadap kebijakan The Fed. Ringgit Malaysia menguat 0,77 persen, sedangkan baht Thailand terkoreksi 0,05 persen. Pelemahan dolar AS turut mendorong investor menyesuaikan portofolio mereka.

Optimisme Laporan Keuangan Perusahaan

Saham teknologi berkapitalisasi besar di AS mencatat kenaikan signifikan. Indeks S&P 500 naik 0,4 persen ke rekor tertinggi, sementara Nasdaq 100 melonjak 0,9 persen. Investor bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan perusahaan teknologi akhir pekan ini.

Meski begitu, beberapa sektor masih menghadapi tekanan, seperti UnitedHealth Group yang tertekan oleh proyeksi laba mengecewakan. Proyeksi ini diikuti rencana pembekuan pembayaran ke program Medicare swasta. Kondisi tersebut menggarisbawahi ketidakpastian di pasar meski optimisme tetap tinggi.

Faktor Geopolitik dan Suku Bunga

Ketegangan geopolitik di Iran dan Timur Tengah menjadi perhatian pelaku pasar. Presiden AS mengumumkan kebijakan militer dan tarif perdagangan terhadap beberapa negara sekutu. Hal ini mendorong fluktuasi harga minyak dan logam mulia, termasuk emas dan perak yang melonjak.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik tiga basis poin menjelang pertemuan The Fed. Bank sentral diproyeksikan mempertahankan suku bunga karena pasar tenaga kerja yang stabil. Pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan kebijakan diharapkan tetap menjadi fokus.

Arah Pasar Jangka Pendek

Investor memantau laporan keuangan Magnificent Seven untuk menilai kepercayaan pasar. Revisi ke atas dari analis menunjukkan optimisme terhadap laba perusahaan. Januari yang kuat kerap menjadi indikator psikologi pasar untuk sisa tahun, memberi arah bagi strategi jangka pendek.

Sekitar sepertiga perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya, dengan 81 persen melampaui perkiraan analis. Microsoft, Meta, dan Tesla akan melaporkan lebih lanjut pada minggu ini. Apple, Alphabet, Amazon, dan Nvidia juga dijadwalkan menyampaikan laporan secara bertahap bulan depan.

Pergerakan Komoditas dan Instrumen Finansial

Harga minyak naik setelah pengumuman AS terkait peningkatan militer di Timur Tengah. Emas spot naik 3,4 persen, sementara imbal hasil obligasi Australia 10 tahun naik dua basis poin. Bitcoin bergerak naik 0,1 persen menjadi US$89.051,2, sedangkan Ether turun 0,2 persen menjadi US$3.004,83.

Pergerakan mata uang lain di pasar Asia menunjukkan penguatan dan pelemahan yang bervariasi. Euro berada di US$1,2040, yuan offshore di 6,9322 per dolar, dan dolar Australia di US$0,7011. Kondisi ini menegaskan dinamika pasar yang tetap fluktuatif seiring respons investor terhadap laporan keuangan dan kebijakan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index