JAKARTA - Harga perak Antam masih menunjukkan performa impresif meski sebelumnya mencetak rekor baru.
Logam mulia ini bertahan di area tertinggi setelah mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan tersebut mencerminkan kuatnya minat pasar terhadap aset perak di tengah dinamika global.
Pergerakan Harga Perak Antam Masih Stabil
Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk tercatat bertahan di level tertinggi pada perdagangan Minggu. Posisi ini tercapai setelah harga mengalami kenaikan signifikan sehari sebelumnya. Kestabilan tersebut menunjukkan pasar masih menerima level harga saat ini.
Berdasarkan pemantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam berada di angka Rp 64.250 per gram. Nilai ini naik Rp 3.650 dibandingkan perdagangan pada hari sebelumnya. Lonjakan tersebut menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam periode Januari.
Kenaikan tajam itu melanjutkan tren positif yang telah terbentuk sejak akhir pekan. Harga perak terlihat mendapat dukungan kuat dari sentimen pasar domestik. Kondisi ini membuat perak menjadi salah satu logam mulia dengan kinerja paling menonjol.
Lonjakan Harga Terjadi Bertahap dalam Sepekan
Sehari sebelum mencapai level tersebut, harga perak Antam juga mencatat kenaikan yang cukup tinggi. Pada perdagangan Jumat, harga naik sebesar Rp 3.050 per gram. Posisi harga saat itu berada di level Rp 60.600 per gram.
Rangkaian kenaikan ini menunjukkan pergerakan yang tidak terjadi secara tiba-tiba. Harga perak mengalami akselerasi secara bertahap dalam beberapa hari. Pola ini menandakan adanya akumulasi permintaan yang konsisten.
Dengan kenaikan beruntun tersebut, harga perak Antam telah menambah nilai signifikan dalam waktu singkat. Kondisi ini menarik perhatian investor ritel maupun pelaku pasar lainnya. Banyak pihak mulai mencermati potensi pergerakan lanjutan ke depan.
Tren Global Dorong Harga Perak Domestik
Penguatan harga perak di dalam negeri sejalan dengan pergerakan pasar global. Harga perak dunia melanjutkan reli tajam dan mencetak rekor tertinggi baru. Nilainya bahkan menembus level di atas US$ 100 per ons troi.
Kenaikan global tersebut didorong oleh lonjakan permintaan investasi yang terus meningkat. Selain itu, konsumsi industri tetap berada pada level yang kuat. Di sisi lain, pasokan fisik perak global masih tergolong terbatas.
Kombinasi faktor tersebut menciptakan tekanan naik pada harga. Pasar global memberikan sentimen positif yang kemudian menular ke pasar domestik. Akibatnya, harga perak Antam ikut bergerak naik secara signifikan.
Kinerja Perak Menguat Sepanjang Tahun
Sepanjang tahun 2026, harga perak telah melonjak sekitar 31 persen. Penguatan ini melanjutkan reli besar yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya. Pada 2025, harga perak tercatat melonjak hampir 150 persen.
Kinerja tersebut menempatkan perak sebagai salah satu komoditas dengan pertumbuhan paling agresif. Tren ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai. Investor memandang perak sebagai alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meski demikian, laju kenaikan yang sangat cepat juga memunculkan kewaspadaan. Tidak sedikit pelaku pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan reli ini. Situasi tersebut menjadi perhatian utama dalam strategi investasi ke depan.
Analis Ingatkan Risiko Jenuh Beli
Chief Strategist BCA Research, Roukaya Ibrahim, menilai kenaikan harga perak mulai memasuki fase jenuh beli. Meski prospek jangka menengah hingga panjang masih positif, investor diminta tidak gegabah. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian saat harga berada di level tinggi.
“Kami masih memandang prospek makro dan geopolitik memberikan dukungan bagi harga perak dalam jangka menengah dan panjang. Terlebih, kami telah bersikap bullish terhadap perak dalam matriks komoditas kami selama setahun terakhir,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan pandangan optimistis terhadap perak secara struktural.
Namun, ia juga menilai lonjakan harga belakangan sulit sepenuhnya dijustifikasi oleh fundamental. Perak, bersama logam mulia lainnya, mulai menunjukkan indikasi pembelian berbasis fear of missing out. Menurutnya, reli yang didorong spekulasi berisiko tidak berkelanjutan.
Menurut Ibrahim, pergerakan harga kini semakin dipengaruhi spekulasi pasar. Kondisi ini membuat volatilitas berpotensi meningkat dalam waktu dekat. Ia menilai sebagian sentimen positif telah tercermin dalam harga saat ini.
“Saya menilai sebagian sentimen positif, seperti inflasi global dan ketidakpastian geopolitik, telah tercermin dalam pergerakan harga saat ini,” pungkasnya.