JAKARTA - Gabriela Sanchez menatap laga ulang melawan Tamara Demarco dengan tekad kuat mempertahankan gelar juara dunia interim kelas terbang putri WBC.
Pertarungan ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret di Auditorio GNP Seguros, Puebla, Meksiko, setelah pertemuan sebelumnya berakhir imbang karena benturan kepala. Kesiapan fisik dan mental menjadi fokus utama Gabriela dalam rangka menghadapi lawan tangguh dari Argentina tersebut.
Laga Sebelumnya dan Motivasi Gabriela
Pertemuan pertama kedua petinju berlangsung pada 8 November 2025 dan berakhir imbang secara teknis akibat benturan kepala di ronde kedua.
Gabriela mengenang laga itu dengan penuh determinasi meski sempat mengalami patah hidung dan tetap bertarung hingga akhir. Pengalaman tersebut memotivasi Gabriela untuk memanfaatkan kesempatan laga ulang dengan strategi lebih matang dan persiapan optimal.
Petinju berjuluk “Bonita” ini menegaskan bahwa persiapan kali ini jauh lebih solid dibanding sebelumnya. Semua aspek fisik, teknik, dan strategi dipersiapkan untuk memastikan gelar juara tetap berada di Puebla.
Gabriela berharap laga ulang dapat menjadi momen untuk membuktikan kualitas dan mental juara yang telah ia tunjukkan sepanjang karier profesionalnya.
Persiapan Mental dan Fisik Tamara
Tamara Demarco menyatakan kesiapan penuh menghadapi laga ulang di Meksiko. Petinju asal Argentina ini menegaskan tidak takut menghadapi tantangan, meski harus bertarung di kandang lawan dan menghadapi risiko benturan kepala.
Tamara akan tiba di Puebla bulan depan untuk menjalani pemusatan latihan intensif guna memastikan performa terbaik saat pertarungan.
Selain itu, Tamara menekankan bahwa pengalaman singkatnya di Meksiko membuatnya semakin yakin menghadapi atmosfer pertandingan internasional. Strategi latihan difokuskan pada kekuatan, kecepatan, dan ketahanan untuk menghadapi tekanan selama pertarungan.
Penekanan pada aspek mental menjadi kunci agar ia mampu mengimbangi tekanan dari pendukung Gabriela di kandang lawan.
Rekor Profesional dan Statistik Keduanya
Gabriela memiliki rekor profesional 12 kemenangan, termasuk satu kemenangan KO, dan enam kekalahan. Sementara itu, Tamara mencatat 21 laga profesional, dengan 13 kemenangan dan delapan kekalahan.
Statistik ini menunjukkan kedua petinju memiliki pengalaman yang cukup, namun dengan gaya bertarung dan strategi berbeda yang akan menjadi faktor penentu dalam laga ulang nanti.
Kedua atlet telah menganalisis kelemahan dan kekuatan lawan dari pertemuan sebelumnya. Gabriela fokus pada teknik menyerang dan pertahanan kepala, sementara Tamara mengandalkan mobilitas dan presisi pukulan. Perbandingan gaya ini diprediksi akan menghadirkan pertarungan sengit dan penuh strategi di atas ring.
Harapan dan Target Laga Ulang
Gabriela berharap laga ulang memberikan hasil jelas dan menegaskan siapa yang pantas memegang sabuk juara dunia interim WBC.
Ia menekankan pentingnya lawan datang dengan kesiapan penuh dan tidak menghindar dari pertarungan. Tekad Gabriela adalah mempertahankan gelar di kandangnya sendiri dan menunjukkan kualitas juara yang sesungguhnya.
Tamara juga memiliki target jelas, yakni membuktikan kemampuan di panggung internasional dan meraih kemenangan pertamanya atas Gabriela.
Kedua petinju menyadari tekanan yang besar, namun semangat juang tinggi dan strategi matang menjadi modal utama. Pertarungan ini diprediksi akan memikat perhatian penggemar tinju di seluruh dunia.
Proyeksi Pertandingan dan Antisipasi
Laga ulang Gabriela dan Tamara diperkirakan akan berlangsung penuh ketegangan dan drama. Pemain didukung tim pelatih profesional yang mempersiapkan segala aspek dari teknik bertanding hingga manajemen stamina.
Fans tinju menantikan pertarungan ini sebagai salah satu momen penting untuk melihat kualitas juara dunia interim kelas terbang putri WBC.
Dengan persiapan fisik, mental, dan strategi yang matang, Gabriela dan Tamara menunjukkan profesionalisme tinggi. Kedua petinju menegaskan bahwa laga ulang bukan sekadar pertarungan fisik, tetapi juga ujian mental dan strategi.
Sabuk juara dunia WBC menjadi motivasi utama bagi keduanya untuk menampilkan performa terbaik dan menghibur penggemar tinju di seluruh dunia.