JAKARTA - Kementerian Sosial terus memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Bantuan ini menyasar ribuan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan nilai total mencapai miliaran rupiah. Program diharapkan meningkatkan kualitas hidup sekaligus memberikan dukungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Realisasi Bantuan ATENSI Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, Sentra Handayani mencatat realisasi bantuan ATENSI telah menjangkau lebih dari enam ribu penerima. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai ratusan juta rupiah untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan diberikan dalam bentuk paket hidup layak, pendampingan sosial, dan rehabilitasi.
Setiap penerima manfaat mendapatkan perhatian khusus sesuai kondisi sosial dan ekonomi. Laporan dan asesmen lapangan digunakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pendekatan ini membantu meningkatkan efektivitas program sekaligus menjamin hak-hak penerima terpenuhi.
Sasaran Bantuan Tahun 2026
Program ATENSI direncanakan berlanjut pada 2026 dengan target penerima yang lebih luas. Sasaran mencakup penyandang disabilitas, anak-anak, lansia, serta kelompok rentan di desil satu hingga lima Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN). Penyaluran bantuan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar lebih efektif.
Selain kelompok inti, bantuan sembako juga direncanakan bagi ratusan ribu penerima manfaat. Setiap orang akan menerima paket dengan nilai tertentu setiap tahun. Hal ini menjadi bagian dari upaya perlindungan sosial yang berkelanjutan dan sistematis.
Dukungan bagi Anak Yatim dan Piatu
Program ATENSI juga menargetkan anak yatim dan piatu sebagai bagian dari perlindungan sosial. Sekitar 270 ribu anak mendapatkan bantuan rutin berupa dana bulanan. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan anak tetap mendapatkan akses kebutuhan dasar.
Penyaluran dilakukan secara terstruktur dan sesuai prosedur agar bantuan tepat sasaran. Pendampingan sosial juga diberikan untuk mendukung perkembangan dan kesejahteraan anak. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan di masyarakat.
Penyaluran Bantuan Berbasis Asesmen Lapangan
Dalam praktiknya, bantuan ATENSI disalurkan berdasarkan laporan dan asesmen lapangan. Contohnya, seorang lansia berusia 86 tahun di Jakarta Timur menerima paket bantuan lengkap. Paket tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan hidup layak dan perlengkapan rumah tangga.
Pendekatan ini memastikan bantuan sesuai kondisi penerima dan mampu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. Pendampingan sosial juga diberikan untuk mendukung kemandirian penerima. Proses ini menjadi contoh keberhasilan implementasi program berbasis data dan observasi langsung.
Harapan dan Dampak Program ATENSI
Program ATENSI bertujuan memperkuat kesejahteraan sosial kelompok rentan di Indonesia. Bantuan yang diberikan diharapkan membantu penerima menjalani kehidupan lebih layak dan mandiri. Kolaborasi antara kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan program yang berkelanjutan, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup secara signifikan bagi ribuan penerima manfaat. Penerima dapat mengakses kebutuhan dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan dengan lebih mudah. Implementasi tepat sasaran ini menjadi fondasi penting bagi perlindungan sosial nasional.