Harga CPO Sawit

Harga CPO Sawit Menguat Didukung Sentimen Positif Pasar Global yang Berkelanjutan

Harga CPO Sawit Menguat Didukung Sentimen Positif Pasar Global yang Berkelanjutan
Harga CPO Sawit Menguat Didukung Sentimen Positif Pasar Global yang Berkelanjutan

JAKARTA - Pergerakan harga minyak sawit mentah kembali menunjukkan tren penguatan yang konsisten. 

Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif pasar terhadap komoditas global yang masih solid. Dukungan harga minyak mentah turut memperkuat reli harga CPO di pasar berjangka.

Harga kontrak Crude Palm Oil di Bursa Malaysia Derivatives mencatat kenaikan beruntun selama beberapa hari perdagangan. Posisi harga bahkan menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini memperlihatkan minat pasar yang tetap terjaga terhadap komoditas sawit.

Penguatan harga tersebut juga mencerminkan optimisme pelaku pasar. Pergerakan positif terjadi seiring dinamika pasar energi dan minyak nabati global. Kombinasi faktor eksternal dan teknikal menjadi pendorong utama kenaikan harga.

Pergerakan Kontrak Berjangka

Pada penutupan perdagangan, kontrak berjangka CPO untuk Februari 2026 mengalami kenaikan signifikan. Harga naik 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.220 Ringgit Malaysia per ton. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang telah terbentuk sebelumnya.

Kontrak berjangka CPO Maret 2026 mencatat lonjakan yang lebih besar. Harga melesat 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.298 Ringgit Malaysia per ton. Penguatan ini menunjukkan permintaan jangka menengah yang cukup kuat.

Sementara itu, kontrak berjangka April 2026 turut mencatat kenaikan. Harga terkerek 45 Ringgit Malaysia menjadi 4.317 Ringgit Malaysia per ton. Pergerakan tersebut menandakan ekspektasi pasar yang tetap optimistis terhadap prospek CPO.

Kenaikan Berlanjut Hingga Paruh Tahun

Kontrak berjangka CPO Mei 2026 juga mencatat penguatan. Harga melejit 46 Ringgit Malaysia menjadi 4.312 Ringgit Malaysia per ton. Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan tertinggi di antara kontrak lainnya.

Kontrak berjangka CPO Juni 2026 tidak ketinggalan mengalami kenaikan. Harga terkerek 44 Ringgit Malaysia menjadi 4.292 Ringgit Malaysia per ton. Kenaikan ini mencerminkan konsistensi tren positif di pasar berjangka.

Begitu pula dengan kontrak berjangka CPO Juli 2026 yang turut menguat. Harga naik 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.266 Ringgit Malaysia per ton. Pergerakan ini memperlihatkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas harga CPO ke depan.

Dukungan Komoditas dan Sentimen Pasar

Seorang pedagang berbasis di Kuala Lumpur menilai penguatan harga CPO didorong oleh kondisi pasar komoditas yang menguat. Harga minyak mentah dan minyak kedelai menjadi faktor pendukung utama. Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi pasar minyak sawit.

“Pasar minyak sawit hari ini ditopang oleh harga komoditas yang menguat, termasuk minyak mentah, serta harga minyak kedelai di Dalian,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan hubungan erat antar komoditas global. Pergerakan minyak nabati saling memengaruhi dalam perebutan pangsa pasar.

Ia juga menambahkan bahwa pasar masih mengantisipasi agenda penting ke depan. Perhatian pelaku pasar tertuju pada gelaran Price Outlook Conference di Kuala Lumpur. Acara tersebut dinilai berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan harga.

Dinamika Minyak Nabati Global

Di pasar lain, harga minyak kedelai paling aktif di Dalian mengalami kenaikan. Persentase kenaikan tercatat sebesar 0,89 persen. Sementara itu, harga minyak sawit di Dalian menguat 1,15 persen.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga bergerak naik. Penguatan tercatat sebesar 0,46 persen. Kenaikan di berbagai bursa ini menunjukkan sentimen positif terhadap minyak nabati secara global.

Minyak sawit kerap mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya. Persaingan pangsa pasar membuat harga antar minyak nabati saling berkorelasi. Kondisi ini menjadikan dinamika global sebagai faktor penting bagi CPO.

Pengaruh Nilai Tukar dan Minyak Mentah

Nilai tukar ringgit turut memengaruhi pergerakan harga CPO. Mata uang tersebut melemah 0,31 persen terhadap dolar AS. Pelemahan ini membuat minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli asing.

Dari sisi lain, harga minyak mentah dunia juga mengalami kenaikan. Harga naik sekitar 1,5 persen dan memperpanjang tren penguatan selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan global.

Potensi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi pasar energi. Kekhawatiran terhadap pasokan mendorong minat terhadap minyak mentah. Kondisi tersebut secara tidak langsung memberikan dukungan tambahan bagi harga CPO.

Prospek Biodiesel dan Permintaan Lanjutan

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel. Hubungan antara kedua komoditas ini semakin erat dalam konteks energi terbarukan. Permintaan biodiesel menjadi faktor pendukung jangka menengah bagi CPO.

Dengan harga energi yang menguat, daya saing minyak sawit meningkat. Pelaku pasar menilai CPO memiliki peluang besar dalam sektor energi alternatif. Kondisi ini turut memperkuat prospek permintaan ke depan.

Secara keseluruhan, penguatan harga CPO mencerminkan kombinasi faktor global dan regional. Dukungan komoditas, nilai tukar, serta sentimen energi membentuk tren positif. Pasar masih menantikan perkembangan lanjutan untuk menentukan arah berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index