JAKARTA - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menggelar Middle Planning Conference (MPC) sebagai persiapan latihan gabungan skala besar.
Langkah ini menjadi bagian dari Exercise Trident Resolve untuk memperkuat resiliensi kawasan terhadap bencana. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan koordinasi antar negara anggota ADMM-Plus serta delapan negara mitra wicara.
Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan, Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara. Latihan ini mengintegrasikan berbagai keahlian dalam skenario bencana kompleks. Mulai dari gempa bumi, erupsi gunung, hingga tsunami, semua aspek akan diuji dalam simulasi nyata.
Dengan perencanaan matang, MPC diharapkan menghasilkan interoperabilitas tinggi antara Angkatan Bersenjata ASEAN dan mitra internasional. Hal ini sekaligus membangun kepercayaan (Confidence Building Measures) antar pihak yang terlibat. Strategi ini juga meningkatkan kesiapan teknis di lapangan dalam menghadapi situasi darurat.
Integrasi Tiga Kelompok Kerja Ahli
Exercise Trident Resolve menggabungkan tiga kelompok kerja ahli (Experts’ Working Groups/EWG) untuk menjawab skenario bencana. Kelompok tersebut meliputi Kedokteran Militer, Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (HADR), serta Keamanan Siber. Integrasi ini memungkinkan latihan berjalan terpadu dan realistis.
Kelompok Kerja Ahli Kedokteran Militer dipimpin bersama Indonesia dan Amerika Serikat. Mereka akan melaksanakan kegiatan bakti kesehatan dan Project-based Community Medical Development (PCMD). Program Medical Aid Provision (MAP) juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal di Banten.
Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan mitra internasional. Integrasi berbagai pihak memastikan setiap skenario bencana dapat ditangani secara efektif. Pendekatan ini diharapkan menjadi model penanggulangan bencana di masa depan.
Skala Latihan dan Skenario Kompleks
Marsma TNI dr. Mukti Arja menjelaskan bahwa latihan dirancang dengan skala besar dan skenario bencana kompleks. Gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung dijadikan simulasi untuk menguji respons cepat. Kondisi ini menuntut keterpaduan dan kesiapsiagaan semua pihak yang terlibat.
Skenario latihan juga mencakup koordinasi bantuan internasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan respons gabungan berjalan lancar saat situasi nyata terjadi. Dengan simulasi realistis, kemampuan teknis dan operasional dapat diuji secara menyeluruh.
Latihan ini juga meningkatkan kapasitas mitigasi bencana di tingkat regional. Semua peserta akan dilatih untuk menghadapi tantangan yang berbeda-beda secara simultan. Dengan demikian, kesiapsiagaan nasional menjadi lebih kuat dan sistematis.
Rangkaian Teknis dan Persiapan Lapangan
Agenda MPC mencakup berbagai rangkaian teknis penting untuk kelancaran latihan puncak. Mulai dari Combined EWG Briefing, lokakarya protokol komunikasi, hingga peninjauan lokasi (site survey). Setiap tahap bertujuan memastikan semua aspek operasional siap dilaksanakan dengan efektif.
Konferensi persiapan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Hal ini memberikan kesempatan untuk mensosialisasikan tujuan dan strategi latihan kepada pihak terkait. Pendekatan ini mendukung transparansi sekaligus memperkuat koordinasi antar tim.
Persiapan lapangan dilakukan dengan cermat agar fase latihan utama dapat berjalan sesuai rencana. Setiap detail operasional diperiksa untuk menghindari kendala teknis. Langkah ini memastikan simulasi bencana dapat dijalankan secara realistis dan aman.
Manfaat dan Dampak Latihan
Exercise Trident Resolve diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan peningkatan kapasitas teknis TNI. Bakti kesehatan, PCMD, dan MAP memberikan bantuan nyata kepada warga Banten. Selain itu, latihan ini memperkuat kerja sama regional dan membangun jaringan respons bencana internasional.
Latihan gabungan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi semua negara peserta. Pengalaman dari simulasi dapat diterapkan dalam menghadapi bencana nyata. Dengan koordinasi yang matang, kemampuan mitigasi dan tanggap darurat semakin meningkat.
Marsma TNI dr. Mukti Arja menekankan bahwa integrasi berbagai keahlian menjadi kunci keberhasilan latihan. Strategi ini memastikan setiap komponen dapat berfungsi secara optimal dalam kondisi darurat. Keberhasilan Exercise Trident Resolve akan menjadi tolok ukur kesiapsiagaan kawasan terhadap bencana di masa depan.