JAKARTA - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Sunda mendorong PT ASDP Indonesia Ferry memperketat standar keselamatan penyeberangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan penumpang dan logistik tetap berjalan aman dan terkendali. Pemantauan cuaca, kesiapan armada, serta koordinasi lintas otoritas menjadi fokus utama perusahaan.
Peningkatan kewaspadaan dilakukan seiring kondisi laut yang kerap berubah secara cepat. Gelombang tinggi dan angin kencang berpotensi memengaruhi stabilitas pelayaran. Karena itu, seluruh operasional disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini.
ASDP memastikan setiap keputusan operasional mengutamakan keselamatan pengguna jasa. Evaluasi kondisi kapal dilakukan sebelum keberangkatan. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan risiko selama proses penyeberangan.
Kondisi Cuaca Selat Sunda
Dalam beberapa hari terakhir, perairan Selat Sunda dilaporkan sering mengalami cuaca ekstrem. Situasi ini ditandai dengan gelombang tinggi serta tiupan angin kencang. Kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu dan memerlukan kewaspadaan tinggi.
Pihak ASDP secara aktif memantau perkembangan cuaca di wilayah perairan penyeberangan. Informasi cuaca menjadi dasar pengambilan keputusan operasional. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan keselamatan tetap terjaga.
“Iya, kami terus melakukan koordinasi dengan BMKG tentang informasi perkiraan cuaca di perairan Selat Sunda,” kata dia. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya data cuaca dalam pengelolaan layanan penyeberangan. Langkah ini menjadi bagian dari sistem mitigasi risiko.
Imbauan bagi Pengguna Jasa
ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang agar memahami kondisi cuaca yang sedang berlangsung. Kesadaran pengguna jasa dinilai penting untuk menjaga keselamatan bersama. Persiapan perjalanan perlu dilakukan secara matang sebelum memasuki pelabuhan.
“Terkait cuaca yang cenderung tidak stabil maka kami mengimbau kepada calon pengguna jasa agar berhati-hati dan tetap waspada dalam perjalanan penyeberangan, persiapkan kondisi kesehatan dan kendaraan secara optimal agar terjamin kenyamanan dan kelancaran dalam perjalanan,” ujarnya.
Imbauan ini menekankan kesiapan fisik dan teknis sebelum berangkat. Tujuannya agar perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Selain itu, pengguna jasa diminta mengikuti arahan petugas di pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sangat diperlukan dalam kondisi cuaca buruk. Langkah sederhana ini dapat mengurangi potensi risiko selama penyeberangan.
Antisipasi Risiko di Pelabuhan
ASDP juga mengingatkan pentingnya pemantauan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Informasi cuaca dapat diakses melalui saluran resmi yang tersedia. Langkah ini membantu pengguna jasa mengambil keputusan perjalanan secara bijak.
“Pantau kondisi cuaca saat akan melakukan perjalanan melalui website resmi BMKG, dan pastikan memiliki tiket sebelum masuk pelabuhan agar terhindar dari antrian di pintu masuk pelabuhan,” ucap dia.
Imbauan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang. Antrean panjang dapat meningkatkan risiko dalam kondisi cuaca ekstrem.
Manajemen pelabuhan turut melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan. Penyesuaian dilakukan untuk menghindari kepadatan berlebih. Semua langkah ini diarahkan pada peningkatan keselamatan dan kenyamanan penyeberangan.
Insiden Kapal di Tengah Gelombang Tinggi
Di tengah cuaca buruk, beredar video yang menunjukkan kapal penumpang rute Bakauheni–Merak menghadapi gelombang tinggi. Kapal terlihat mengalami kesulitan saat gelombang menghantam badan kapal. Situasi tersebut menjadi perhatian publik.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah kendaraan besar mengalami kerusakan. Bahkan terdapat truk barang yang terguling di dalam kapal. Kejadian ini menunjukkan dampak nyata dari cuaca ekstrem terhadap keselamatan penyeberangan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan semua pihak. ASDP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan. Dengan kesiapsiagaan maksimal, risiko penyeberangan di tengah cuaca buruk dapat ditekan.