JAKARTA - Harga Crude Palm Oil (CPO) kembali menunjukkan penguatan setelah beberapa hari berturut-turut naik.
Kontrak berjangka CPO untuk berbagai periode mengalami kenaikan signifikan, menunjukkan tren bullish di pasar. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global dan dinamika pasokan di dalam negeri.
Kenaikan harga dipicu oleh penguatan minyak nabati lain, seperti minyak kedelai di Chicago dan soyoil di Dalian. Tren ini juga didukung harga minyak sawit yang stabil, mendorong optimisme pelaku pasar. Penguatan nilai tukar ringgit sedikit membatasi lonjakan harga lebih tinggi.
Secara keseluruhan, pergerakan kontrak berjangka CPO masih mengikuti sentimen positif dari pasar global. Kenaikan harga energi turut mendongkrak permintaan komoditas ini. Momentum penguatan menjadi indikasi kesehatan pasar minyak sawit saat ini.
Pergerakan Kontrak Berjangka CPO
Kontrak CPO untuk Februari 2026 meningkat 16 Ringgit Malaysia menjadi 4.198 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Maret 2026 naik 13 Ringgit Malaysia menjadi 4.256 Ringgit Malaysia per ton. Sementara kontrak April 2026 terkerek 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.272 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Mei 2026 melejit 14 Ringgit Malaysia menjadi 4.266 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan Juni 2026 naik 16 Ringgit Malaysia menjadi 4.248 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Juli 2026 juga meningkat 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.223 Ringgit Malaysia per ton. Kenaikan ini menunjukkan tren positif yang berkesinambungan di seluruh periode kontrak.
Pergerakan harga ini mencerminkan sentimen bullish yang didorong oleh pasar global. Faktor produksi yang lebih lemah di sisi pasokan turut menopang momentum penguatan. Di sisi lain, penguatan ringgit menjadi penahan laju kenaikan harga lebih tajam.
Pengaruh Harga Minyak Nabati Global
Harga minyak sawit kerap bergerak mengikuti tren minyak nabati lainnya karena persaingan ketat di pasar global. Kontrak soyoil di Dalian naik 1,44%, sedangkan minyak sawit Dalian menguat 1,49%. Harga soyoil di Chicago juga tercatat naik 0,2%, memperkuat sentimen positif di pasar.
Penguatan minyak nabati global meningkatkan daya tarik CPO sebagai komoditas ekspor. Momentum ini menjadi sinyal bagi produsen untuk menjaga pasokan dan volume ekspor. Tren positif ini mendukung stabilitas harga di tingkat domestik maupun internasional.
Konsumen dan pelaku industri memantau pergerakan harga ini untuk menentukan strategi pembelian. Pergerakan harga minyak nabati menjadi indikator penting bagi sektor biodiesel dan industri olahan. Tren global turut membentuk ekspektasi harga jangka pendek dan menengah.
Pengaruh Nilai Tukar Ringgit dan Minyak Mentah
Ringgit Malaysia menguat 0,89% terhadap dolar AS, memengaruhi harga minyak sawit bagi pembeli asing. Penguatan ini membuat minyak sawit relatif lebih mahal dalam perdagangan internasional. Namun, faktor ini tidak sepenuhnya menahan tren penguatan harga CPO.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali menguat akibat kekhawatiran pasokan. Badai musim dingin di AS mengganggu produksi dan ekspor minyak mentah, sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi harga. Kondisi ini meningkatkan minat terhadap minyak sawit sebagai alternatif bahan baku biodiesel.
Kombinasi penguatan ringgit dan kenaikan harga minyak mentah memberikan sentimen campuran. Harga CPO tetap meningkat meski ada faktor pembatas. Pasar memanfaatkan kondisi ini untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran.
Prospek Ekspor dan Produksi Minyak Sawit
Ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode awal Januari mencatat peningkatan. Survei kargo mencatat kenaikan 9,97% dibanding periode sebelumnya, sementara perkiraan independen memperkirakan kenaikan 7,97%. Data ini menunjukkan permintaan global tetap solid dan mendukung harga CPO.
Produksi yang lebih lemah dan ekspor yang kuat turut menopang momentum penguatan harga minyak sawit. Pelaku industri terus memantau tren global untuk menyesuaikan strategi. Penguatan ini menunjukkan bahwa minyak sawit tetap menjadi komoditas strategis dalam perdagangan global.
Dengan tren penguatan harga CPO yang konsisten, prospek pasar minyak sawit terlihat positif. Pasar domestik dan internasional terus menunjukkan minat tinggi terhadap komoditas ini. Kombinasi faktor global dan domestik menegaskan posisi CPO sebagai salah satu komoditas unggulan di pasar internasional.