Overwork di Indonesia Picu Tekanan Darah Tinggi dan Risiko Penyakit Jantung

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:11:43 WIB
Overwork di Indonesia Picu Tekanan Darah Tinggi dan Risiko Penyakit Jantung

JAKARTA - Peningkatan jam kerja yang tinggi di Indonesia menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat. 

Banyak pekerja menghadapi risiko overwork yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Kelelahan kronis terkait kerja berlebihan bisa memicu tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung dan stroke.

Data menunjukkan sebagian besar pekerja di Indonesia bekerja lebih dari jam standar. Sekitar satu dari empat pekerja bekerja lebih dari 49 jam per minggu. Angka ini memperlihatkan tren kerja yang mengarah pada risiko kesehatan jangka panjang.

Meskipun begitu, kerja lembur tidak selalu berbahaya bila dikelola dengan baik. Tubuh yang cukup nutrisi dan olahraga dapat menyesuaikan diri dengan jam kerja panjang. Adaptasi ini membantu menjaga metabolisme tetap optimal meski bekerja lebih lama dari normal.

Fenomena Overwork di Indonesia

Overwork menjadi masalah nyata di kalangan pekerja perkotaan. Pekerja sering kali menghabiskan hampir 10 jam dalam satu hari untuk menyelesaikan tugas kantor. Kondisi ini bisa memicu stres fisik dan mental jika tidak diimbangi pola hidup sehat.

Sebagian pekerja cenderung menyepelekan sinyal kelelahan tubuh. Rasa pusing, jantung berdebar, dan peningkatan tekanan darah bisa muncul secara bertahap. Kesadaran terhadap tanda-tanda ini penting untuk mencegah dampak kesehatan lebih serius.

Tren kerja berlebihan ini dipengaruhi tuntutan pekerjaan dan tekanan ekonomi. Banyak pekerja merasa harus terus produktif untuk menjaga karier dan pendapatan. Namun tanpa pengaturan waktu yang tepat, kesehatan mereka terancam secara signifikan.

Pentingnya Work-Life Balance

Work-life balance menjadi kunci utama menjaga kesehatan pekerja. Memastikan ada waktu untuk nutrisi, olahraga, dan istirahat memungkinkan tubuh beradaptasi dengan beban kerja. Strategi ini menurunkan risiko tekanan darah tinggi, gula darah naik, dan gangguan metabolisme lainnya.

Bagi pekerja yang mampu menjaga keseimbangan, efek negatif lembur dapat diminimalkan. Aktivitas fisik rutin membantu mengatur sistem kardiovaskular dan metabolisme. Begitu pula, asupan gizi yang cukup menjaga energi dan memperkuat daya tahan tubuh.

Kesadaran pribadi menjadi faktor penting dalam menjaga work-life balance. Pekerja perlu mengenali batas kemampuan tubuh agar tidak terjebak overwork. Menyadari sinyal tubuh dapat mencegah kondisi stres berkepanjangan yang berpotensi memicu penyakit kronis.

Risiko Kesehatan dari Kelelahan Kronis

Kelelahan akibat jam kerja panjang berpotensi memicu penyakit tidak menular. Tekanan darah tinggi dan gula darah meningkat ketika tubuh terlalu lelah tanpa pemulihan. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit jantung dan stroke.

Tubuh yang terus menerus bekerja tanpa istirahat akan kesulitan menyesuaikan metabolisme. Proses adaptasi menjadi terganggu dan sistem kardiovaskular tertekan. Dampak ini dapat muncul secara diam-diam, sehingga penting bagi pekerja untuk memperhatikan kesehatan sejak dini.

Overwork juga memengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Rasa letih dan pusing dapat mengganggu produktivitas, interaksi sosial, dan tidur malam. Mengabaikan gejala ini berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang.

Strategi Mengurangi Risiko Overwork

Pekerja dapat menerapkan beberapa strategi sederhana untuk mengurangi risiko overwork. Mengatur jam kerja, membagi tugas secara efektif, dan mengambil waktu istirahat secara teratur menjadi langkah awal. Aktivitas olahraga ringan dan makanan bergizi juga penting untuk menjaga stamina.

Mengenali sinyal tubuh menjadi pertahanan utama terhadap risiko kesehatan. Peningkatan tekanan darah, gula darah, dan rasa lelah harus dijadikan peringatan untuk beristirahat. Dengan kesadaran ini, pekerja dapat menyesuaikan intensitas kerja agar tetap sehat dan produktif.

Perusahaan juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan pekerja. Menyusun jadwal kerja yang realistis dan mendorong istirahat cukup dapat mengurangi risiko penyakit terkait overwork. Lingkungan kerja yang sehat akan berdampak positif pada kesejahteraan karyawan dan kinerja jangka panjang.

Membangun Kesadaran dan Kebiasaan Sehat

Kesadaran akan pentingnya work-life balance perlu dibangun sejak awal karier. Pekerja yang terbiasa mengatur waktu dengan bijak cenderung lebih sehat dan produktif. Mereka juga lebih mampu menghadapi tekanan kerja tanpa mengorbankan kesehatan.

Selain itu, membangun kebiasaan sehat sehari-hari menjadi langkah preventif penting. Olahraga, tidur cukup, dan asupan gizi seimbang menjaga metabolisme tetap stabil. Kebiasaan ini juga menurunkan risiko komplikasi jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

Memahami batas kemampuan diri dan menerapkan manajemen waktu yang baik akan melindungi kesehatan pekerja. Strategi ini penting untuk menjaga produktivitas sekaligus menghindari risiko jangka panjang. Work-life balance bukan hanya konsep, tetapi kunci nyata menuju kesehatan optimal bagi setiap pekerja.

Terkini