BCA Optimistis Pertumbuhan Kredit Bisa Mencapai Angka Signifikan di 2026

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:11:38 WIB
BCA Optimistis Pertumbuhan Kredit Bisa Mencapai Angka Signifikan di 2026

JAKARTA - PT Bank Central Asia (BCA) menyiapkan strategi agresif untuk meningkatkan penyaluran kredit sepanjang 2026. 

Pihak bank menargetkan pertumbuhan kredit tahunan di kisaran 8-10 persen. Upaya ini didukung ekspektasi kondisi perekonomian yang lebih positif dibanding tahun sebelumnya.

Target Pertumbuhan Kredit dan Distribusi

BCA menilai tahun 2026 menjadi momentum untuk memperluas kredit ke berbagai sektor usaha. Tahun lalu, penyaluran kredit BCA dan anak usaha mencapai Rp 993 triliun atau tumbuh 7,7 persen. Dengan target pertumbuhan 8-10 persen, bank menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan volume pinjaman.

Pertumbuhan kredit diarahkan ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga. Kredit usaha mengalami pertumbuhan sebesar 9,9 persen hingga mencapai Rp 756,5 triliun. Sementara kredit konsumer tercatat Rp 224,1 triliun, termasuk KPR Rp 142,3 triliun dan KKB Rp 56,6 triliun.

Outstanding pinjaman konsumer lain juga tumbuh 9,8 persen menjadi Rp 25,2 triliun. Target ini sekaligus mendorong UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan lebih mudah. Strategi ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi lebih produktif.

Tren Suku Bunga dan NIM

BCA memperkirakan suku bunga perbankan akan mulai menurun sepanjang tahun ini. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada 2025 akan berdampak pada suku bunga kredit. Kondisi ini memungkinkan net interest margin (NIM) sedikit menurun menjadi 5,4-5,6 persen dari realisasi 5,7 persen.

Penurunan NIM diproyeksikan masih sejalan dengan target pertumbuhan kredit. Bank menyesuaikan strategi agar tetap memperoleh margin optimal. Selain itu, penurunan suku bunga mendukung upaya meningkatkan penghimpunan dana murah (CASA).

Dengan tren bunga menurun, BCA berencana menaikkan volume transaksi kredit dan konsumer. Hal ini diharapkan mendorong nasabah memanfaatkan produk BCA lebih luas. Strategi ini akan memperkuat posisi bank dalam persaingan perbankan.

Kualitas Kredit dan Rasio NPL

BCA memastikan kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL yang terkendali. Target NPL tahun ini dipertahankan di kisaran 1,8-2 persen. Realisasi NPL tahun lalu berada di level 1,7 persen dengan pencadangan NPL dan rasio loan at risk (LAR) memadai, masing-masing 183,8 persen dan 71,6 persen.

Perbaikan kualitas kredit tercermin dari LAR yang membaik menjadi 4,8 persen dibanding 5,3 persen pada tahun sebelumnya. Rasio NPL yang stabil menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola risiko kredit. Strategi ini memastikan pertumbuhan kredit dapat dilakukan dengan aman dan terkendali.

Fokus Strategi 2026

Pada tahun ini, BCA fokus pada peningkatan penyaluran kredit sekaligus penghimpunan dana murah. Bank menargetkan pengelolaan pinjaman yang agresif namun tetap prudent. Strategi ini meliputi pengembangan produk, optimalisasi jaringan cabang, dan digitalisasi layanan.

Dengan strategi agresif, BCA berharap lebih banyak nasabah meningkatkan transaksinya melalui bank. Pendekatan ini juga mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Selain itu, bank memastikan layanan tetap cepat, mudah, dan aman untuk pelanggan.

Optimisme Pertumbuhan Kredit BCA

BCA yakin pertumbuhan kredit akan lebih tinggi dari realisasi tahun lalu. Kondisi ekonomi yang membaik dan suku bunga perbankan yang mulai turun menjadi faktor pendorong. Dengan target pertumbuhan 8-10 persen, bank siap memanfaatkan momentum untuk memperluas pembiayaan.

Ekspansi kredit diarahkan pada sektor produktif agar mendukung perekonomian nasional. Penyaluran kredit yang tepat sasaran diharapkan dapat memacu konsumsi, investasi, dan UMKM. Optimisme ini menunjukkan kesiapan BCA menghadapi tantangan dan peluang ekonomi 2026.

Terkini