Tata Metal Siapkan Ekspansi Besar Pabrik Baja Purwakarta untuk Tingkatkan Produksi

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:09:47 WIB
Tata Metal Siapkan Ekspansi Besar Pabrik Baja Purwakarta untuk Tingkatkan Produksi

JAKARTA - PT Tata Metal Lestari melakukan ekspansi untuk menambah kapasitas produksi baja lapis melalui pembangunan fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 di Purwakarta, Jawa Barat. 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan memperkuat industri antara (midstream) baja nasional. Industri antara memainkan peran penting sebagai penghubung antara sektor hulu dan hilir, sehingga ketahanan rantai pasok baja tetap terjaga.

Pembangunan fasilitas baru ini akan menambah kapasitas produksi sebesar 250.000 ton per tahun, melengkapi total produksi Tata Metal Lestari yang sebelumnya sebesar 500.000 ton dari CGL 1. 

Dengan tambahan kapasitas ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan kapasitas terpasang hingga 2,5 juta ton dalam sepuluh tahun ke depan. Strategi ini mendukung keberlanjutan industri baja nasional dan penguatan kemandirian produksi dalam negeri.

Selain memperkuat kapasitas produksi, ekspansi ini juga mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). 

Produk baja yang dihasilkan memenuhi standar global dan mampu bersaing di pasar internasional. Saat ini, Tata Metal Lestari telah mengekspor produk ke 25 negara termasuk Amerika Serikat dan Eropa, menegaskan kualitas dan daya saing produknya.

Kolaborasi Teknologi dan Industri Hijau

Dalam pengembangan CGL 2, Tata Metal Lestari menggandeng Tenova, perusahaan teknologi asal Italia, untuk memastikan penerapan teknologi modern, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi ini juga mendukung transformasi industri menuju net-zero emission melalui efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi. 

Teknologi yang diterapkan menggunakan pelapisan zinc magnesium dan zinc aluminium magnesium, sehingga meningkatkan umur pakai baja hingga empat kali lipat.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata integrasi teknologi internasional dengan industri dalam negeri. Penggunaan teknologi modern memastikan produk berkualitas tinggi sekaligus ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa ekspansi industri baja tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.

Selain efisiensi produksi, teknologi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi konsumen dan penguatan daya saing industri nasional. 

Tata Metal Lestari menekankan penerapan standar global dalam proses produksinya. Strategi ini mendukung tujuan jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemain industri baja regional yang kompetitif.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Pembangunan CGL 2 di Purwakarta diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Kehadiran fasilitas baru membuka kesempatan lapangan kerja baru sekitar 350 orang. Selain itu, aktivitas ekonomi daerah diperkirakan akan meningkat melalui rantai pasok industri baja dan sektor terkait lainnya.

Investasi Rp 1,5 triliun ini tidak hanya memperkuat industri baja, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan fasilitas memicu aktivitas sektor logistik, konstruksi, dan manufaktur lokal. Upaya ini selaras dengan target pemerintah untuk memperkuat basis industri dalam negeri.

Selain penciptaan lapangan kerja, ekspansi ini berperan menjaga ketersediaan produk baja untuk kebutuhan nasional. Pasokan yang stabil mendukung proyek infrastruktur dan pengembangan sektor hilir. Hal ini juga menekan ketergantungan pada impor, sehingga memperkuat ketahanan industri baja domestik.

Dukungan Pemerintah dan Industri Nasional

Kementerian Perindustrian mengapresiasi komitmen Tata Metal Lestari dan Tatalogam Group dalam memperkuat industri baja nasional. 

Peningkatan kapasitas produksi melalui CGL 2 sejalan dengan program Asta Cita, khususnya dalam mendukung hilirisasi dan kemandirian industri. Industri baja memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, otomotif, galangan kapal, serta sektor energi.

Dalam lima tahun terakhir, produksi baja nasional meningkat hampir 98,5% dibandingkan tahun 2019. Kenaikan ini mencerminkan kapasitas industri yang terus tumbuh dan semakin kompetitif. 

Pemerintah terus mengoptimalkan kebijakan strategis, termasuk trade remedies, SNI wajib, fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), dan insentif fiskal untuk mendukung industri baja nasional.

Selain itu, pengutamaan penggunaan produk dalam negeri dan prinsip industri hijau menjadi fokus dalam memperkuat ekosistem hulu hingga hilir. Dukungan pemerintah diharapkan dapat mendorong nilai tambah produk domestik. Hal ini sekaligus memperkuat daya saing industri baja Indonesia di pasar global.

Optimisme Pertumbuhan dan Kontribusi Nasional

Tata Metal Lestari optimistis fasilitas CGL 2 dapat beroperasi optimal dan berdaya saing tinggi. Ekspansi ini diharapkan meningkatkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan ekosistem industri baja hulu hingga hilir juga mendukung penciptaan produk berkualitas dan berstandar global.

Perusahaan menekankan pentingnya inovasi dan efisiensi untuk mencapai target kapasitas 2,5 juta ton secara bertahap. 

Kombinasi teknologi modern, keberlanjutan, dan ekspansi kapasitas menjadi kunci strategi jangka panjang. Dengan langkah ini, industri baja nasional semakin solid, kompetitif, dan berperan besar dalam pembangunan ekonomi domestik.

Keberhasilan ekspansi ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara industri, teknologi, dan pemerintah. Dampak positifnya tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada lapangan kerja, ekonomi lokal, dan ketahanan industri. Strategi ini memastikan Indonesia memiliki industri baja yang mandiri, kuat, dan siap menghadapi persaingan global.

Terkini