Desa Penglipuran Kelola Retribusi Wisata Secara Profesional untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:52:11 WIB
Desa Penglipuran Kelola Retribusi Wisata Secara Profesional untuk Kesejahteraan Masyarakat

JAKARTA - Desa Penglipuran berhasil mencatatkan angka kunjungan wisatawan melebihi satu juta orang. 

Pemerintah dan masyarakat desa bekerja sama untuk memastikan manfaat kunjungan ini dirasakan langsung. Pengelolaan retribusi menjadi salah satu langkah strategis meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kearifan lokal.

Pembagian Retribusi dan Prioritas Desa

Pemerintah Kabupaten Bangli mempertahankan skema pembagian retribusi kunjungan, yakni 60 persen untuk desa dan 40 persen untuk kabupaten. Kebijakan ini dirancang agar masyarakat memperoleh manfaat nyata dari sektor pariwisata. Bupati menekankan kesejahteraan warga menjadi prioritas utama dari setiap kebijakan yang diambil.

Selain itu, desa tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi fondasi Desa Wisata Penglipuran. Pelestarian kearifan lokal menjadi bagian dari strategi pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati wisata sambil merasakan budaya autentik Bali.

Pembagian retribusi ini memungkinkan desa melakukan perencanaan jangka panjang. Dana yang diterima bisa dialokasikan untuk proyek-proyek prioritas. Hal ini sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal.

Penggunaan Dana dan Pembangunan Infrastruktur

Bupati menegaskan dana desa akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur senilai Rp2,5 miliar pada tahun ini. Selain itu, pengembangan paket wisata yang lebih luas menjadi fokus agar kunjungan wisatawan semakin maksimal. Dengan alokasi dana ini, desa dapat menyiapkan fasilitas yang nyaman dan menarik bagi turis.

Pengelolaan infrastruktur dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Hal ini memberi kesempatan warga ikut andil dalam pembangunan sekaligus memperoleh pengalaman manajerial. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan secara langsung oleh penduduk lokal.

Peningkatan infrastruktur juga mendukung daya tarik wisata desa. Jalan, fasilitas umum, dan area publik yang tertata baik meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dengan kualitas layanan yang meningkat, potensi kunjungan wisatawan bisa terus bertambah.

Jumlah Wisatawan dan Tarif Retribusi

Data pengelola menunjukkan pada tahun 2024, kunjungan turis domestik maupun asing mencapai 1.023.143 orang. Jumlah ini menunjukkan popularitas Desa Penglipuran yang terus meningkat. Setiap pengunjung memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi desa melalui retribusi wisata.

Besaran tarif untuk wisatawan asing dewasa ditetapkan Rp50 ribu dan anak-anak Rp30 ribu. Sementara itu, untuk wisatawan domestik, tarif dewasa Rp25 ribu dan anak-anak Rp15 ribu. Tarif ini sesuai dengan regulasi daerah dan dianggap adil bagi semua pihak.

Pengelolaan tarif dilakukan dengan transparan agar setiap warga dapat memantau penggunaan dana. Sistem ini meningkatkan akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah retribusi membawa manfaat nyata bagi pembangunan desa.

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata

Bupati menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat agar mengelola potensi desa secara mandiri. Warga dilibatkan dalam operasional wisata, promosi, dan pengembangan paket atraksi. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci sukses pengelolaan pariwisata desa.

Pelibatan masyarakat juga meningkatkan rasa memiliki terhadap desa wisata. Setiap kegiatan yang dilakukan menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. Dengan cara ini, desa tetap lestari dan manfaat kunjungan dapat dirasakan merata.

Kebijakan ini menjadi model bagi desa wisata lain di Bali. Pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian budaya mampu menciptakan sinergi positif. Wisatawan pun mendapatkan pengalaman yang autentik dan berbeda dari destinasi lain.

Dampak Positif dan Harapan ke Depan

Pengelolaan retribusi wisata memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur desa membaik, paket wisata lebih beragam, dan partisipasi warga meningkat. Hal ini membuat Desa Penglipuran menjadi contoh pengelolaan pariwisata yang efektif dan berkelanjutan.

Selain manfaat ekonomi, pengunjung memperoleh pengalaman budaya yang otentik. Interaksi dengan masyarakat lokal memperkaya perjalanan wisata dan meningkatkan apresiasi terhadap adat setempat. Dengan manajemen yang terus dikembangkan, Desa Penglipuran berpotensi semakin menarik minat wisatawan global.

Ke depan, desa berkomitmen menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi. Strategi ini diharapkan mendorong keberlanjutan pariwisata desa. Setiap keputusan akan selalu berpihak pada masyarakat sekaligus menjaga identitas unik Desa Penglipuran.

Terkini