Golongan Darah Non-O Ternyata Punya Kecenderungan Tinggi Mengalami Diabetes

Selasa, 27 Januari 2026 | 09:25:51 WIB
Golongan Darah Non-O Ternyata Punya Kecenderungan Tinggi Mengalami Diabetes

JAKARTA - Diabetes merupakan kondisi kronis yang dapat mengganggu pengaturan gula dalam tubuh dan menimbulkan komplikasi serius. 

Penelitian menunjukkan golongan darah dapat menjadi faktor risiko seseorang mengidap diabetes tipe 2. Golongan darah non-O, yaitu A, B, dan AB, dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan golongan darah O.

Diabetes tipe 2 memengaruhi cara tubuh menggunakan gula, sehingga kadar gula darah meningkat apabila tidak ditangani. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan organ dan komplikasi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, pemahaman faktor risiko seperti golongan darah penting untuk pencegahan.

Temuan ini didasarkan pada penelitian yang mengamati ribuan wanita untuk melihat kaitan antara golongan darah dan diabetes tipe 2. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita dengan golongan darah non-O memiliki risiko lebih besar dibandingkan mereka yang bergolongan darah O. 

Data ini menegaskan bahwa golongan darah adalah salah satu indikator yang perlu diperhatikan.

Golongan Darah B Paling Rentan

Penelitian mengungkap bahwa golongan darah B memiliki risiko tertinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Wanita dengan golongan darah A juga mengalami peningkatan risiko sekitar 10 persen dibandingkan golongan darah O. 

Sementara itu, wanita dengan golongan darah B memiliki kemungkinan 21 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2.

Perbandingan risiko juga menunjukkan bahwa golongan darah B positif memiliki peningkatan risiko paling signifikan dibandingkan O negatif. Hal ini menandai perlunya perhatian lebih terhadap individu dengan golongan darah B. Pemantauan kesehatan dan pola hidup sehat menjadi strategi penting untuk menurunkan risiko diabetes.

Golongan darah AB juga termasuk dalam kategori non-O yang berisiko lebih tinggi. Meskipun risikonya tidak setinggi golongan darah B, pemilik golongan darah AB tetap perlu waspada. Kesadaran akan faktor risiko ini dapat membantu deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Faktor Biologis di Balik Risiko

Para peneliti menduga ada mekanisme biologis yang menjelaskan tingginya risiko diabetes pada golongan darah non-O. Salah satunya terkait protein dalam darah yang disebut faktor non-Willebrand, yang cenderung lebih tinggi pada individu non-O. 

Protein ini diyakini memengaruhi metabolisme gula dan meningkatkan kemungkinan diabetes.

Selain faktor non-Willebrand, golongan darah non-O juga dikaitkan dengan molekul lain yang berperan dalam perkembangan diabetes tipe 2. 

Molekul tersebut dapat memengaruhi regulasi insulin dan respons tubuh terhadap gula. Penemuan ini menegaskan adanya hubungan biologis yang kompleks antara golongan darah dan penyakit metabolik.

Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, kesadaran akan faktor biologis ini penting untuk strategi pencegahan. Memahami risiko yang melekat pada golongan darah non-O memungkinkan individu melakukan langkah pencegahan sejak dini. Dengan demikian, penyakit ini dapat dikendalikan sebelum menimbulkan komplikasi serius.

Pencegahan dan Pola Hidup Sehat

Individu dengan golongan darah non-O disarankan untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin berolahraga dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, pemeriksaan gula darah secara berkala menjadi langkah penting untuk deteksi dini.

Mengelola berat badan juga sangat berpengaruh terhadap risiko diabetes. Menjaga indeks massa tubuh ideal membantu tubuh menggunakan insulin secara efektif. Aktivitas fisik dan diet sehat menjadi fondasi penting untuk mencegah peningkatan kadar gula darah.

Pencegahan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Edukasi tentang risiko golongan darah non-O perlu disebarkan agar kesadaran semakin tinggi. Dengan pola hidup sehat dan deteksi dini, risiko diabetes tipe 2 bisa diminimalkan secara signifikan.

Pentingnya Kesadaran dan Deteksi Dini

Mengetahui golongan darah dan kaitannya dengan risiko diabetes dapat membantu strategi pencegahan lebih tepat. Alih-alih menunggu gejala muncul, tindakan pencegahan sejak dini memberikan peluang lebih besar untuk menjaga kesehatan. Kesadaran akan faktor risiko ini juga mendukung keputusan gaya hidup yang lebih bijak.

Deteksi dini memungkinkan pengelolaan kadar gula darah sebelum komplikasi terjadi. Pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik menjadi kunci untuk mengurangi kemungkinan terkena diabetes. Pendidikan tentang hubungan golongan darah dan risiko kesehatan dapat meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Dengan memperhatikan faktor risiko golongan darah non-O, individu dapat merencanakan langkah preventif yang efektif. Pemahaman ini membantu mengurangi angka kejadian diabetes tipe 2 secara keseluruhan. Masa depan kesehatan yang lebih baik dapat dicapai melalui kesadaran, pencegahan, dan deteksi dini yang konsisten.

Terkini