Gaya Hidup Sehat Menjadi Kunci Utama Menjaga Kesehatan Otak Jangka Panjang

Selasa, 27 Januari 2026 | 09:25:47 WIB
Gaya Hidup Sehat Menjadi Kunci Utama Menjaga Kesehatan Otak Jangka Panjang

JAKARTA - Peningkatan usia harapan hidup mendorong perhatian lebih besar terhadap kualitas hidup jangka panjang. 

Kesehatan otak menjadi fondasi utama karena berpengaruh pada kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan. Gaya hidup sehari-hari kini dipandang sebagai faktor penting untuk menjaga fungsi otak tetap optimal hingga usia lanjut.

Kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor genetik yang diwariskan sejak lahir. Pilihan hidup yang dijalani setiap hari memiliki peran besar dalam menentukan kualitas dan panjangnya usia. Kesadaran ini membuat pendekatan pencegahan menjadi semakin relevan dalam kehidupan modern.

Menurut dr Gary Small, M.D., faktor non-genetik sering kali memiliki dampak lebih besar terhadap kesehatan. Ia menilai kebiasaan harian dapat membentuk kondisi fisik dan mental seseorang dalam jangka panjang. Pandangan ini menempatkan gaya hidup sebagai kunci utama menjaga kesehatan otak.

Peran Gaya Hidup dalam Menentukan Kualitas Hidup

“Memang ada faktor genetik yang kita warisi dari orang tua, tetapi bagi kebanyakan orang, faktor non-genetik seperti gaya hidup justru punya dampak besar terhadap seberapa lama dan seberapa baik kita hidup,” ujar dr Gary Small, M.D. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa kesehatan dapat dikelola melalui keputusan sehari-hari. Pola hidup sehat memberi peluang lebih besar untuk mempertahankan fungsi tubuh dan otak.

Fungsi otak disebut sebagai aspek krusial dalam kualitas hidup. Otak mengatur kemampuan berpikir, memori, emosi, dan pengambilan keputusan. Karena itu, menjaga kesehatan otak berarti menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Pendekatan menjaga kesehatan otak harus dilakukan secara komprehensif. Aktivitas fisik, latihan mental, pengelolaan stres, serta pola makan bernutrisi menjadi satu kesatuan. Kebiasaan ini saling melengkapi dan membentuk keseimbangan tubuh serta pikiran.

Aktivitas Fisik sebagai Fondasi Kesehatan Otak

“Menjaga aktivitas fisik, menghindari rokok dan alkohol, membangun hubungan sosial yang baik, serta cukup istirahat dan tidur adalah bagian penting dari kesehatan otak,” katanya. Aktivitas fisik disebut sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga fungsi otak. Olahraga membantu meningkatkan kerja sel saraf dan aliran darah ke otak.

Olahraga sederhana seperti berjalan kaki, berlari ringan, atau berenang dinilai sangat bermanfaat. Aktivitas ini merangsang produksi protein otak yang membantu sel saraf berkomunikasi lebih efektif. “Latihan fisik bukan hanya soal kebugaran tubuh, tetapi juga membuat otak bekerja lebih baik dan lebih efisien,” ujarnya.

Riset menunjukkan berjalan kaki sekitar 30 menit setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Selain latihan aerobik, latihan kekuatan dan keseimbangan juga penting, terutama bagi usia lanjut. Kehilangan massa otot dan risiko jatuh dapat berdampak serius pada kualitas hidup dan kesehatan otak.

Latihan Mental dan Hubungan Sosial

Tak hanya fisik, latihan mental juga berperan besar dalam menjaga ketajaman kognitif. Oktrianto menyebutkan aktivitas belajar, berdiskusi, dan mencoba hal baru membantu menjaga koneksi antarsel saraf tetap aktif. Kegiatan ini memperkuat fungsi otak dalam jangka panjang.

“Kesehatan mental dan fungsi eksekutif seperti fokus, pemecahan masalah, serta kemampuan sosial saling berkaitan dan menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari,” katanya. Interaksi sosial yang baik membantu menjaga stabilitas emosi dan fungsi kognitif. Hubungan sosial juga berperan dalam mengurangi stres dan rasa kesepian.

Mengelola stres menjadi bagian penting dari latihan mental. Cara seseorang merespons tekanan hidup dapat memengaruhi kesehatan otak. Oleh karena itu, keseimbangan emosi dan pikiran perlu dijaga secara konsisten.

Nutrisi dan Keseimbangan Gaya Hidup

Dewan penasehat nutrisi Herbalife itu menambahkan bahwa nutrisi berperan penting dalam kesehatan otak. Kebutuhan nutrisi harian terkadang sulit dipenuhi sepenuhnya dari makanan. Dalam kondisi tertentu, suplemen dapat menjadi pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Intinya adalah keseimbangan, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, relaksasi, hingga cara kita merespons stres sehari-hari,” ujar dr Gary. Keseimbangan ini membantu tubuh dan otak berfungsi optimal. Pola hidup sehat bukan hasil dari satu kebiasaan, melainkan gabungan berbagai faktor.

Kemampuan melakukan reframing atau mengubah sudut pandang terhadap stres juga berkontribusi besar terhadap kesehatan otak. Dr Gary menegaskan bahwa menjaga kesehatan otak sebaiknya dimulai sedini mungkin. “Lebih mudah melindungi otak yang sehat dibandingkan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi,” tutupnya.

Terkini