Kenali ISPA dan Pneumonia Sejak Dini untuk Mencegah Dampak Kesehatan Serius

Selasa, 27 Januari 2026 | 09:25:46 WIB
Kenali ISPA dan Pneumonia Sejak Dini untuk Mencegah Dampak Kesehatan Serius

JAKARTA - Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA merupakan gangguan kesehatan yang menyerang sistem pernapasan dan menghambat proses bernapas normal.

Infeksi ini dapat terjadi pada saluran pernapasan atas, mulai dari sinus hingga pita suara, maupun saluran pernapasan bawah yang mencakup pita suara hingga paru-paru. ISPA bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama mereka dengan daya tahan tubuh rendah.

ISPA tergolong penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan gangguan sistem imun memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai ISPA menjadi langkah awal pencegahan yang penting.

Penyebab ISPA bervariasi tergantung bagian saluran pernapasan yang terinfeksi. Pada saluran pernapasan atas, ISPA dapat berupa faringitis akut, infeksi telinga akut, serta pilek atau selesma. Sementara itu, infeksi pada saluran pernapasan bawah mencakup bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis.

Perbedaan Tingkat Keparahan ISPA dan Pneumonia

Infeksi saluran pernapasan atas umumnya bersifat ringan dan sering sembuh tanpa komplikasi berat. Gejalanya seperti pilek dan radang tenggorokan biasanya dapat ditangani dengan perawatan sederhana. Namun, infeksi saluran pernapasan bawah memiliki risiko yang lebih serius dan membutuhkan perhatian khusus.

Pneumonia merupakan bentuk ISPA bagian bawah yang berat dan secara khusus menyerang paru-paru. Penyakit ini menyumbang beban besar pada kasus infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah di berbagai kelompok usia. Pneumonia dapat menyebabkan kondisi ringan hingga mengancam jiwa, terutama pada anak-anak.

Sebagai penyebab kematian infeksius terbesar pada anak, pneumonia tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini membutuhkan deteksi dan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi fatal. Pemahaman perbedaan antara ISPA dan pneumonia menjadi kunci untuk menentukan langkah medis yang tepat.

Gejala ISPA dan Pneumonia yang Perlu Dikenali

Gejala ISPA bergantung pada lokasi infeksi, apakah terjadi di saluran pernapasan atas atau bawah. Beberapa keluhan umum meliputi hidung tersumbat, hidung berair, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan mudah lelah. Gejala ini sering muncul secara bertahap dan dapat memburuk bila tidak ditangani.

Segera hubungi tenaga medis jika ISPA disertai tanda bahaya tertentu. Demam tinggi di atas 39 derajat Celcius yang disertai menggigil, kesulitan bernapas, pusing, atau kehilangan kesadaran memerlukan penanganan segera. Tanda-tanda tersebut menunjukkan infeksi yang mungkin telah berkembang lebih serius.

Gejala pneumonia cenderung lebih berat dan beragam tergantung tingkat keparahan penyakit. Tanda yang sering muncul meliputi batuk, sesak napas, demam tinggi, keringat berlebih, kelelahan, dan nyeri dada. Pada lansia, pneumonia juga dapat menyebabkan kebingungan, serta mual, muntah, atau diare.

Tahapan Perjalanan Penyakit ISPA

Perjalanan penyakit ISPA dimulai dari tahap awal atau prepatogenesis. Pada tahap ini, kuman penyebab sudah berada di lingkungan sekitar, namun tubuh belum menunjukkan reaksi apa pun. Kondisi ini sering tidak disadari karena belum muncul keluhan.

Tahap berikutnya adalah masa inkubasi, ketika virus mulai masuk dan merusak lapisan pelindung saluran pernapasan. Daya tahan tubuh menjadi lebih lemah, terutama pada individu dengan status gizi rendah. Setelah itu, muncul tahap gejala awal berupa demam dan batuk.

Pada tahap lanjut, ISPA dapat berkembang ke beberapa kemungkinan. Penyakit bisa sembuh total, sembuh dengan sisa gangguan seperti atelektasis, menjadi kronis, atau berakhir fatal akibat komplikasi pneumonia. Pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah perkembangan yang berbahaya.

Pencegahan dan Tanda ISPA Berkembang Menjadi Pneumonia

ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia bila tidak ditangani dengan baik. Tanda perburukan meliputi batuk lebih dari sepuluh hari dengan dahak kental berwarna kuning atau hijau. Selain itu, demam yang naik turun lebih dari tiga hari perlu diwaspadai.

Penurunan saturasi oksigen di bawah 95 persen dan nyeri dada saat menarik napas dalam merupakan tanda serius. Kondisi ini menandakan keterlibatan paru-paru dalam infeksi. Jika gejala tersebut muncul, pertolongan medis harus segera dilakukan.

Pencegahan ISPA dan pneumonia dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh dan lingkungan sehat. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melengkapi imunisasi anak, menjaga ventilasi rumah, kebersihan diri, serta menghindari asap dan kontak dengan penderita ISPA sangat dianjurkan.

Terkini