Wakil Presiden Gibran Tekankan Peran Mahasiswa Kuasai AI hingga Blockchain di Era Digital

Selasa, 27 Januari 2026 | 09:25:38 WIB
Wakil Presiden Gibran Tekankan Peran Mahasiswa Kuasai AI hingga Blockchain di Era Digital

JAKARTA - Transformasi global yang bergerak cepat menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing tinggi. 

Penguasaan teknologi mutakhir menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak tertinggal dalam perubahan zaman. Dalam konteks ini, mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai motor penggerak inovasi nasional.

Dorongan untuk memperkuat kapasitas digital generasi muda terus disuarakan sebagai bagian dari visi pembangunan jangka panjang. Teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, dan robotika dinilai akan menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor. Penguasaan sejak dini diharapkan membentuk pola pikir yang kritis dan solutif.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pengenalan teknologi secara lebih awal kepada mahasiswa. Menurutnya, kesiapan ini bukan hanya soal penguasaan alat, tetapi juga pembentukan cara berpikir. Generasi muda didorong untuk memahami teknologi sebagai sarana menciptakan solusi.

Teknologi sebagai Bekal Kompetisi Global

Penguasaan kecerdasan buatan, blockchain, dan robotika dipandang sebagai bekal utama menghadapi persaingan global. Teknologi tersebut berkembang pesat dan menjadi penentu arah ekonomi digital dunia. Mahasiswa diharapkan mampu memahami sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul.

“Kita masih punya waktu untuk mengenalkan ini. AI, blockchain, robotik, ekonomi digital, kita ingin mengenalkan ini sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda punya critical thinking, problem solving, dan berpikir komputasional,” ujar Gibran.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguasaan teknologi tidak berdiri sendiri. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pendidikan tinggi diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara konkret.

Infrastruktur Digital dan Kualitas SDM

Penguatan infrastruktur digital menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi teknologi. Akses konektivitas yang merata akan membuka peluang pembelajaran dan inovasi yang lebih luas. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi bonus demografi sulit dimaksimalkan.

Gibran menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar produk teknologi asing. Pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi keduanya menjadi kunci kemandirian bangsa di era digital.

“Kita harus perkuat infrastrukturnya, jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” kata Gibran.

Integrasi Teknologi dalam Layanan Publik

Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan. Berbagai layanan publik pemerintah kini telah mengadopsi sistem berbasis teknologi terkini. Langkah ini bertujuan untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi layanan.

Penerapan teknologi dinilai mampu mempercepat proses administrasi dan meningkatkan transparansi. Masyarakat diharapkan merasakan manfaat langsung dari transformasi digital tersebut. Teknologi menjadi alat untuk mendekatkan negara dengan warganya.

“Sekarang untuk pelayanan publik ada OSS, e-Katalog, dan sebentar lagi Cortex. Semuanya menggunakan teknologi terkini untuk mempermudah masyarakat. Sebenarnya AI ini sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kadang belum sadar saja,” jelas Gibran.

Peran Mahasiswa dalam Ekosistem Digital

Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem digital nasional. Dengan kapasitas intelektual dan semangat inovasi, mereka dapat menjadi agen perubahan. Kampus diharapkan menjadi ruang eksperimen dan pengembangan teknologi.

Penguasaan teknologi juga membuka peluang kewirausahaan digital yang luas. Mahasiswa dapat menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi. Inovasi lokal berpotensi berkembang menjadi kekuatan nasional.

Selain itu, kolaborasi lintas disiplin menjadi semakin penting di era digital. Teknologi menuntut pemahaman yang holistik dan terintegrasi. Mahasiswa didorong untuk tidak membatasi diri pada satu bidang keilmuan.

Transformasi Digital sebagai Visi Pembangunan

Percepatan transformasi digital menjadi bagian dari visi besar pembangunan nasional. Seluruh agenda pembangunan diarahkan untuk menciptakan negara yang maju dan berdaulat. Teknologi diposisikan sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan tersebut.

Gibran menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas digital. Pembangunan wilayah dan pusat pertumbuhan baru membutuhkan dukungan teknologi yang andal. Digitalisasi menjadi penghubung antarwilayah dan sektor.

Dengan kesiapan sumber daya manusia yang unggul, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global. Penguasaan teknologi sejak dini menjadi investasi jangka panjang bangsa. Generasi muda diproyeksikan menjadi pilar utama Indonesia masa depan.

Terkini