JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pemberantasan perjudian daring menjadi prioritas utama.
Sejak September 2023 hingga Desember 2025, lebih dari 30.000 rekening yang terindikasi terkait judi online diblokir oleh perbankan. Langkah ini sejalan dengan permintaan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menekan transaksi ilegal.
Perbankan diinstruksikan aktif mendeteksi pola transaksi mencurigakan. Teknologi web crawling digunakan untuk mengidentifikasi penggunaan rekening pada situs perjudian daring. Informasi tersebut kemudian dikomunikasikan ke pihak berwenang untuk ditindaklanjuti secara cepat.
Koordinasi antara OJK dan bank penting untuk memastikan tindakan efektif. Pemblokiran rekening menjadi salah satu strategi paling langsung. Hal ini juga bertujuan menutup celah pemanfaatan sistem perbankan oleh pelaku judi daring.
Penguatan Sistem Pengawasan Bank Diperlukan
OJK mendorong perbankan meningkatkan kemampuan deteksi transaksi ilegal. Sistem pengawasan yang lebih canggih dibutuhkan untuk memantau aktivitas mencurigakan. Hal ini penting untuk menutup celah yang mungkin dimanfaatkan oleh pelaku judi daring.
Selain itu, bank harus berkoordinasi dengan otoritas lain. Transaksi menggunakan kanal di luar kewenangan OJK tetap perlu diawasi. Dengan demikian, pengawasan lebih komprehensif dapat diterapkan.
Perbankan juga perlu memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Sistem alert atau parameter peringatan harus diperkuat. Tujuannya agar pola transaksi perjudian daring dapat dikenali sejak tahap awal.
Diversifikasi Instrumen Transaksi Judi Online
Pelaku judi daring tidak hanya menggunakan rekening bank. Instrumen lain, termasuk dompet elektronik, juga sering dimanfaatkan. Fenomena ini menuntut perbankan mengawasi berbagai saluran pembayaran.
Pengawasan siber menjadi fokus untuk mendeteksi transaksi ilegal. Aktivitas mencurigakan harus diidentifikasi lebih awal. Hal ini membantu menekan risiko penyalahgunaan instrumen keuangan secara lebih luas.
Bank didorong untuk meningkatkan mekanisme pertukaran informasi. Data terkait modus operandi terbaru perjudian daring dapat dibagi antar lembaga. Langkah ini memperkuat deteksi dini dan koordinasi antarlembaga.
Koordinasi Lintas Lembaga Jadi Kunci Efektivitas
OJK menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga terkait. Data dan informasi tentang transaksi mencurigakan dibagikan melalui sistem regulator. Hal ini mempercepat respons terhadap praktik perjudian daring yang terus berubah.
Perbankan juga berperan aktif dalam pertukaran data. Informasi mengenai modus terbaru transaksi ilegal menjadi perhatian bersama. Dengan koordinasi yang baik, penegakan aturan dapat berjalan lebih efektif.
Kerjasama ini mencakup lembaga perbankan dan otoritas pengawas lainnya. Tujuannya untuk menutup seluruh celah transaksi ilegal. Pendekatan terpadu menjadi strategi utama dalam memberantas perjudian daring.
Teknologi dan Parameter Peringatan Dimaksimalkan
Penguatan parameter peringatan menjadi fokus utama perbankan. Sistem ini digunakan untuk mengenali pola transaksi mencurigakan sejak awal. Bank diinstruksikan memperbarui teknologi deteksi sesuai perkembangan modus.
Pengawasan digital diharapkan bisa lebih responsif. Aktivitas yang berpotensi terkait perjudian daring bisa segera ditindaklanjuti. Hal ini membantu mencegah penyebaran transaksi ilegal lebih luas.
Koordinasi dengan berbagai lembaga tetap dilakukan secara berkelanjutan. Data transaksi dan pola modus terbaru dibagikan untuk meningkatkan efektivitas. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan pengawasan dan pencegahan.