KUR BNI 2026 Hadir untuk Mempermudah Akses Modal Pelaku UMKM Nasional

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:28:10 WIB
KUR BNI 2026 Hadir untuk Mempermudah Akses Modal Pelaku UMKM Nasional

JAKARTA - Memasuki periode menjelang Ramadan 2026, kebutuhan modal usaha di kalangan pelaku UMKM semakin meningkat. 

Banyak pelaku usaha berupaya memperluas kapasitas produksi, menambah stok barang, hingga memperkuat layanan kepada konsumen. Kondisi ini mendorong tingginya minat terhadap fasilitas pembiayaan yang mudah dan terjangkau.

Program Kredit Usaha Rakyat dari Bank Negara Indonesia kembali menjadi perhatian utama pelaku UMKM. Skema pembiayaan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan permodalan tanpa membebani pelaku usaha. Dengan karakter bunga rendah dan proses yang relatif sederhana, KUR menjadi solusi yang dinantikan.

KUR BNI 2026 hadir sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap sektor usaha produktif. Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah dinamika ekonomi. Kehadirannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha secara lebih berkelanjutan.

Gambaran Umum Program KUR BNI 2026

Kredit Usaha Rakyat BNI 2026 ditujukan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan tambahan modal. Program ini menawarkan plafon pembiayaan yang fleksibel sesuai dengan skala usaha. Selain itu, proses pengajuan dibuat lebih efisien agar mudah diakses.

BNI menyediakan KUR sebagai alternatif pembiayaan resmi bagi UMKM yang telah menjalankan usaha secara aktif. Fokus utama pembiayaan diarahkan pada sektor-sektor produktif. Langkah ini bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis usaha rakyat.

Dengan dukungan regulasi yang jelas, KUR BNI memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Skema pembiayaan disusun agar tetap terjangkau dan berkelanjutan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi UMKM yang ingin berkembang tanpa tekanan biaya besar.

Persyaratan Pengajuan KUR BNI 2026

Calon pemohon KUR BNI 2026 wajib memenuhi sejumlah persyaratan dasar yang telah ditetapkan. Ketentuan ini dibuat untuk memastikan kelayakan dan keberlangsungan usaha pemohon. Dengan memenuhi syarat tersebut, proses pengajuan dapat berjalan lebih lancar.

Pemohon harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia dan berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Usaha yang dijalankan harus telah beroperasi setidaknya selama enam bulan. Selain itu, pemohon tidak sedang menerima kredit produktif atau program pembiayaan sejenis di luar KUR.

KUR BNI tetap dapat diajukan meskipun pemohon memiliki KPR atau kredit kendaraan bermotor. Kepemilikan kartu kredit juga tidak menjadi hambatan selama pembayaran berjalan lancar. Ketentuan ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan.

Tahapan Pengajuan KUR BNI 2026

Proses pengajuan KUR BNI 2026 dapat dilakukan secara daring melalui layanan yang telah disediakan. Calon pemohon perlu mengakses laman pengajuan resmi dan mengikuti tahapan yang tertera. Setiap langkah dirancang agar mudah dipahami oleh pelaku usaha.

Pemohon diwajibkan membaca seluruh syarat dan ketentuan sebelum melanjutkan proses. Data pribadi serta informasi usaha harus diisi secara lengkap dan benar. Setelah pengisian data selesai, pemohon menunggu tindak lanjut dari pihak bank.

Pihak BNI akan melakukan kunjungan ke lokasi usaha untuk proses verifikasi dan wawancara. Tahap ini bertujuan memastikan kesesuaian data dengan kondisi usaha sebenarnya. Hasil pengajuan umumnya dapat diketahui dalam rentang tiga hingga tujuh hari kerja.

Produk, Biaya, dan Ketentuan KUR BNI

BNI menetapkan batas maksimal pengajuan KUR mikro mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta. Terdapat dua jenis kredit yang ditawarkan, yakni Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Keduanya disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha.

Kredit modal kerja digunakan untuk mendukung operasional harian usaha. Sementara itu, kredit investasi difokuskan pada pembiayaan aset atau pengembangan jangka panjang. Sektor usaha yang dapat dibiayai mencakup pertanian, perikanan, industri, perdagangan, dan jasa.

Suku bunga KUR BNI ditetapkan maksimal enam persen efektif anuitas per tahun. Jangka waktu kredit modal kerja mencapai tiga tahun, sedangkan kredit investasi hingga lima tahun. BNI mengenakan biaya administrasi sebesar Rp150 ribu serta denda lima persen per tahun dari sisa kewajiban.

Terkini