JAKARTA - Pergerakan pasar crypto saat ini masih berada dalam fase penuh tantangan meskipun prospeknya tetap menarik.
Harga sejumlah aset digital utama menunjukkan pelemahan yang cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mencerminkan tekanan teknikal jangka pendek, bukan perubahan fundamental jangka panjang.
Banyak pelaku pasar masih meyakini masa depan crypto tetap memiliki potensi besar. Namun, realitas pergerakan harga saat ini belum sepenuhnya mencerminkan optimisme tersebut. Penurunan pasar dipicu oleh tekanan lanjutan pada Bitcoin yang gagal menembus level resistensi utama.
Tekanan jual yang meluas membuat sentimen pasar cenderung berhati-hati. Setiap upaya reli kerap tertahan di area resistensi penting. Situasi ini menempatkan pasar dalam fase konsolidasi yang rentan terhadap koreksi lanjutan.
Arah Pergerakan Bitcoin
Bitcoin saat ini bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya. Pola pergerakan harga membentuk struktur symmetrical triangle yang menandakan ketidakpastian arah. Sentimen risk-off turut membebani pergerakan aset digital terbesar ini.
Harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran 89.500 dolar AS atau sekitar Rp1,51 miliar. Area penolakan sebelumnya menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual masih mendominasi. Momentum yang melemah tercermin dari indikator RSI yang berada di sekitar level 43.
Jika Bitcoin gagal mempertahankan garis tren pendukungnya, peluang koreksi menuju area 80.000 dolar AS terbuka. Meski demikian, zona 87.000 hingga 85.000 dolar AS mulai membentuk area support awal. Penutupan harian yang kuat di atas resistensi dapat mengubah pandangan bearish menjadi lebih konstruktif.
Posisi Ethereum di Tengah Tekanan
Ethereum turut terdampak pelemahan pasar seiring penurunan Bitcoin. Harga ETH saat ini berada di sekitar level 3.000 dolar AS yang dinilai cukup krusial. Level tersebut menjadi penopang struktur higher lows yang terbentuk sebelumnya.
Apabila Ethereum kehilangan level ini secara bersih, risiko penurunan menuju area 2.700 hingga 2.800 dolar AS meningkat. Dari sisi momentum, struktur jangka panjang masih relatif terjaga. Namun, RSI yang masih berada di bawah 50 menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Agar sinyal penguatan terkonfirmasi, Ethereum membutuhkan penutupan harian yang solid di atas area resistensi. Retest yang bersih dengan volume yang membaik menjadi kunci perubahan tren. Selama hal tersebut belum terjadi, pergerakan ETH masih tergolong fase pembentukan.
Perjalanan Harga XRP
Harga XRP saat ini mengalami tekanan signifikan setelah turun hampir setengah dari puncaknya. Aset ini telah bergerak dalam tren turun selama beberapa hari berturut-turut. Pola descending channel menjadi gambaran utama pergerakan harga saat ini.
RSI XRP berada di kisaran 43 yang menandakan momentum melemah tanpa memasuki kondisi jenuh jual. Setiap pantulan harga masih bersifat korektif dan belum menunjukkan perubahan tren. Hal ini menjelaskan mengapa reli jangka pendek belum mampu bertahan lama.
Area 1,80 dolar AS menjadi zona permintaan penting bagi XRP. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang pantulan teknikal masih terbuka. Ujian berikutnya berada di kisaran 2,40 hingga 2,50 dolar AS sebagai resistensi awal.
Alternatif dan Narasi Baru Pasar
Di tengah tekanan pada aset crypto berkapitalisasi besar, sebagian pelaku pasar mulai melirik alternatif lain. Narasi baru kerap muncul saat volatilitas tinggi mendominasi pasar. Kondisi seperti ini sering menjadi ruang bagi aset dengan karakter agresif untuk menarik perhatian.
Rotasi modal ke aset dengan potensi asimetris biasanya terjadi sebelum sentimen pasar membaik. Beberapa proyek baru mulai menunjukkan akumulasi minat meskipun pasar utama masih tertekan. Fenomena ini mencerminkan perubahan selera risiko di kalangan trader tertentu.
Secara historis, fase ketidakpastian sering melahirkan peluang baru. Ketika aset utama terlihat rapuh, minat terhadap alternatif justru dapat meningkat. Bagi pelaku pasar yang jeli, dinamika ini menjadi bagian dari siklus yang patut dicermati.