JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mematangkan rencana pembangunan hunian vertikal untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Rencana ini mencakup pembangunan 18 tower rumah susun subsidi yang tersebar di dua titik lokasi strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan dan penyangga industri.
Pemilihan Meikarta sebagai lokasi proyek didasarkan pada kedekatannya dengan pusat industri. Jarak antara hunian dengan kawasan industri hanya sekitar 2 hingga 2,5 kilometer, sehingga memudahkan mobilitas para pekerja.
Dengan begitu, hunian ini tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal tetapi juga efisiensi transportasi sehari-hari.
Meski berstatus rumah susun subsidi, kualitas lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Proyek ini dirancang sebagai pilot project hunian MBR dengan fasilitas penunjang yang memadai. Upaya ini diharapkan menjadi contoh bagi penyediaan hunian vertikal berkualitas di daerah lain.
Lokasi dan Luas Lahan Proyek Rusun
Rencana pembangunan mencakup dua lokasi di Meikarta, yakni Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat.
Masing-masing lahan memiliki luas sekitar 10 hektare, cukup untuk menampung tower rusun berskala besar. Dengan luasan ini, proyek dapat menghadirkan hunian vertikal yang nyaman dan terintegrasi dengan fasilitas pendukung.
Kedua lokasi dipilih karena aksesibilitasnya yang baik terhadap infrastruktur dan jalan utama. Posisi strategis ini memudahkan penghuni untuk terhubung dengan berbagai pusat aktivitas di sekitarnya. Lingkungan sekitar yang sudah berkembang juga menunjang kenyamanan dan keamanan bagi para penghuni.
Selain itu, ketersediaan lahan memungkinkan pembangunan fasilitas pendukung seperti area bermain anak, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum lainnya. Hal ini menjadi upaya pemerintah dalam memastikan rusun subsidi tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang sehat dan nyaman.
Fasilitas Penunjang dan Aksesibilitas
Pemerintah melakukan pemetaan mendalam terkait aksesibilitas rusun terhadap fasilitas publik utama. Empat fasilitas utama yang menjadi fokus pemetaan meliputi tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, dan fasilitas kesehatan.
Pemantauan jarak ke fasilitas tersebut menjadi kunci agar hunian memenuhi standar kenyamanan dan fungsionalitas bagi masyarakat.
Selain fasilitas utama, akses transportasi juga menjadi perhatian. Ketersediaan angkutan umum dan jalur kendaraan pribadi di sekitar lokasi akan mendukung mobilitas penghuni. Dengan integrasi ini, hunian vertikal diharapkan mampu menjadi tempat tinggal yang praktis dan efisien.
Penyediaan fasilitas pendukung ini juga bertujuan menciptakan ekosistem hunian yang lengkap. Lingkungan yang terencana dengan baik mendukung kehidupan sosial dan aktivitas sehari-hari penghuni. Pemerintah menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan jumlah unit hunian.
Sinergi dengan Swasta dan Implementasi
Pembangunan rusun subsidi ini akan dijalankan bekerja sama dengan Lippo Group, sebagai bagian dari sinergi pemerintah dan pihak swasta. Kerja sama ini memanfaatkan kemampuan pengembang dalam membangun hunian vertikal skala besar.
Sinergi ini juga diharapkan mempercepat proses konstruksi dan implementasi proyek di lapangan.
Proyek rusun MBR di Meikarta direncanakan memulai konstruksi pada tahun ini. Pemerintah memastikan kesiapan lahan dan perencanaan teknis telah matang sebelum pengerjaan fisik dimulai. Dengan koordinasi yang baik, proses pembangunan diharapkan berjalan lancar dan tepat waktu.
Selain itu, keterlibatan swasta diharapkan mendukung inovasi dalam desain dan fasilitas. Rusun subsidi ini dapat menjadi contoh bagi hunian vertikal lain dengan kualitas yang layak dan harga terjangkau. Pemerintah menekankan bahwa kolaborasi ini mengutamakan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Harapan untuk Hunian Layak MBR
Pemerintah menekankan bahwa rusun subsidi ini harus menjadi contoh hunian MBR yang berkualitas. Kualitas fasilitas, lingkungan, dan aksesibilitas menjadi perhatian utama agar masyarakat bisa tinggal nyaman dan produktif. Proyek ini diharapkan dapat memberikan terobosan dalam penyediaan hunian layak bagi MBR di wilayah perkotaan.
Langkah pembangunan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadirkan hunian vertikal yang efisien dan terjangkau.
Selain itu, rusun subsidi di Meikarta diharapkan mendorong pemerataan kesempatan bagi masyarakat mendapatkan hunian berkualitas. Keberhasilan proyek ini dapat menjadi acuan bagi pembangunan hunian vertikal lainnya di Indonesia.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran dan keberlanjutan proyek. Kualitas lingkungan, fasilitas penunjang, dan aksesibilitas menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan.
Dengan langkah strategis ini, hunian MBR di Meikarta diharapkan menjadi solusi nyata untuk kebutuhan tempat tinggal layak dan terjangkau.