Penerbangan

Lion Air Umumkan Rute Baru di Bandara Sampit untuk Perluas Jaringan Penerbangan

Lion Air Umumkan Rute Baru di Bandara Sampit untuk Perluas Jaringan Penerbangan
Lion Air Umumkan Rute Baru di Bandara Sampit untuk Perluas Jaringan Penerbangan

JAKARTA - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuka peluang baru dalam konektivitas udara melalui rencana rute penerbangan tambahan di Bandara H Asan Sampit. 

Pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama dengan Grup Lion Air untuk meningkatkan mobilitas masyarakat. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperlancar aktivitas bisnis di Kotim.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kotim, Rody Kamislam, menjelaskan pembahasan kerja sama telah berlangsung lama dan kini memasuki tahap penjajakan teknis. Pesawat ATR 72 menjadi fokus awal yang diuji oleh Lion Air. Tujuan utamanya adalah membuka jalur penerbangan antar kabupaten di Kalimantan Tengah.

Pemkab Kotim berharap langkah ini menjadi solusi atas kebutuhan transportasi yang meningkat. Rute yang akan dilalui tetap menjadi keputusan maskapai. Namun, pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh proses operasional agar konektivitas dapat terwujud secepat mungkin.

Penggunaan Pesawat ATR 72 dan Airbus A320

Lion Air saat ini tengah menjajaki penggunaan ATR 72 untuk memulai operasional rute baru di Bandara H Asan Sampit. Sementara itu, Airbus A320 juga menjadi opsi untuk memenuhi kebutuhan perjalanan lebih besar. Pemkab Kotim menilai Airbus A320 penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, dunia usaha, dan birokrasi.

Rody Kamislam menambahkan, kebutuhan penerbangan dari Sampit ke Jakarta maupun Surabaya sangat tinggi. Kehadiran pesawat berbadan sedang akan memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang. Selain itu, penambahan maskapai diyakini dapat meningkatkan pelayanan transportasi udara di daerah.

Audiensi dengan pelaku usaha dan agen perjalanan menjadi bagian dari strategi untuk mengevaluasi potensi pasar. Lion Air juga mempertimbangkan layanan kargo dan penerbangan ibadah haji. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal sebelum rute resmi mulai beroperasi.

Persiapan Bandara H Asan Sampit

Agar Airbus A320 dapat beroperasi, Bandara H Asan Sampit memerlukan sejumlah penyesuaian. Pemkab Kotim menekankan aspek keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Area sekitar bandara akan ditata ulang untuk memastikan jarak pandang pesawat saat lepas landas dan mendarat.

Selain itu, koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dilakukan untuk memperpanjang runway. Panjang runway saat ini 2.060 meter dan direncanakan menjadi sekitar 2.200 meter. Upaya ini diharapkan menjamin keselamatan penerbangan dan kelancaran operasional pesawat berbadan sedang.

Rody Kamislam menegaskan, rencana relokasi sejumlah bangunan di sekitar bandara juga menjadi perhatian. Gedung dan fasilitas yang menghalangi jalur penerbangan akan dipindahkan. Semua persiapan ini dilakukan untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi sebelum Airbus A320 resmi beroperasi.

Dampak Positif bagi Mobilitas dan Ekonomi

Kehadiran rute baru diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat di Kotim dan sekitarnya. Pesawat ATR 72 akan membuka konektivitas antar kabupaten dengan lebih efisien. Sementara Airbus A320 akan mendukung perjalanan jarak jauh dan membawa penumpang dalam jumlah lebih banyak.

Peningkatan transportasi udara juga mendukung dunia usaha dalam distribusi barang dan jasa. Aktivitas perdagangan serta birokrasi pemerintah menjadi lebih lancar. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal secara menyeluruh.

Selain itu, konektivitas yang lebih baik akan mempermudah perjalanan wisatawan. Potensi penerbangan ibadah haji juga dapat difasilitasi dengan lebih nyaman. Semua ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan layanan transportasi udara di Kotim.

Komitmen Pemkab Kotim Mendukung Penerbangan

Pemkab Kotim berkomitmen mendukung operasional maskapai baru di Bandara H Asan Sampit. Rencana jangka pendek dan menengah mencakup penataan sarana dan prasarana pendukung keselamatan penerbangan. Hal ini termasuk memperbaiki runway, area sekitar bandara, dan fasilitas pendukung lainnya.

Bupati Kotim menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur untuk memastikan penerbangan berjalan aman. Semua koordinasi dilakukan agar rute baru dapat segera dioperasikan tanpa hambatan. Keberadaan maskapai tambahan diharapkan meningkatkan pelayanan publik dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Pemkab Kotim berharap proses penjajakan dan persiapan teknis dapat berjalan lancar. Lion Air dipastikan dapat memulai operasional secepat mungkin setelah evaluasi potensi penumpang selesai. Dengan persiapan matang, Bandara H Asan Sampit siap menjadi pusat konektivitas udara yang lebih handal di Kalimantan Tengah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index