JAKARTA - Danantara menegaskan seluruh pengadaan kapal BUMN wajib dilakukan di PT PAL Indonesia.
Langkah ini diambil untuk memperkuat galangan kapal nasional dan memajukan industri perkapalan dalam negeri. Dengan kebijakan ini, produksi kapal lokal dapat meningkat serta mendorong kemandirian industri strategis.
COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan keberpihakan pada PT PAL sebagai fondasi pertumbuhan industri perkapalan.
Setiap BUMN pelayaran, termasuk PT Pelni, ASDP, PIS, dan Pertamina International Shipping, diwajibkan membangun seluruh kapal di fasilitas nasional ini. Strategi ini diharapkan meningkatkan kualitas kapal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Langkah ini juga merupakan bagian dari konsolidasi PT PAL yang telah rampung pada tahun sebelumnya. Konsolidasi tersebut memperkuat posisi galangan kapal nasional di kancah industri regional. Hasilnya, kemampuan produksi dan inovasi kapal dalam negeri dapat berkembang lebih maksimal.
Dampak pada Kapasitas Produksi dan Lapangan Kerja
Kebijakan Danantara diyakini akan memperluas kapasitas produksi kapal nasional. Dengan peningkatan kapasitas, PT PAL mampu memenuhi permintaan BUMN pelayaran secara konsisten. Hal ini juga membuka peluang kerja lebih luas bagi tenaga kerja lokal.
Dony menekankan, proteksi dan dukungan bagi industri strategis sangat penting agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Tanpa keberpihakan, pertumbuhan industri kapal akan terhambat. Dengan arahan yang jelas, kualitas produksi dan kapasitas SDM dapat meningkat.
Peningkatan kapasitas produksi juga memberikan efek domino bagi industri pendukung. Komponen, logistik, dan layanan manufaktur lokal dapat terangkat seiring pertumbuhan galangan kapal. Hal ini memperkuat ekosistem industri perkapalan nasional secara menyeluruh.
Transformasi PT Industri Kereta Api (Inka)
Selain sektor perkapalan, Danantara mendorong transformasi PT Industri Kereta Api (Inka) untuk mendukung industri transportasi nasional.
Transformasi ini masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. Fokus utamanya adalah perbaikan kinerja keuangan dan peningkatan fasilitas produksi di pabrik Banyuwangi, Jawa Timur.
Perbaikan fasilitas produksi di PT Inka sejalan dengan rencana modernisasi gerbong dan lokomotif milik PT KAI. Transformasi ini penting mengingat banyak armada yang sudah tua dan membutuhkan peremajaan. Dengan modernisasi, transportasi kereta api nasional menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Danantara menilai kolaborasi antara KAI dan Inka akan memperkuat rantai produksi transportasi nasional. Setiap gerbong dan lokomotif yang diproduksi di PT Inka dapat memenuhi standar nasional dan internasional. Hal ini juga memperkuat ketahanan industri kereta api di Indonesia.
Sinergi Industri Strategis BUMN
Langkah Danantara menciptakan sinergi antara BUMN pelayaran dan industri manufaktur strategis. Dengan keterpaduan ini, pembangunan kapal dan gerbong kereta dapat berjalan efisien. Setiap proyek turut mendukung pengembangan kapasitas SDM dan inovasi teknologi nasional.
Sinergi ini juga diharapkan mendorong keberlanjutan industri strategis. Produk dalam negeri memiliki peluang lebih besar untuk digunakan di sektor publik maupun komersial. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemandirian industri.
Kolaborasi lintas BUMN dan manufaktur strategis menjadi model bagi pengembangan industri nasional lainnya. Dengan kepemimpinan yang jelas dan dukungan teknologi, Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil manufaktur. Strategi ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Manfaat Ekonomi dan Peningkatan Kualitas Produksi
Kebijakan ini memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal dan nasional. Peningkatan produksi kapal dan gerbong kereta mendorong pertumbuhan industri pendukung. Hal ini mencakup sektor logistik, komponen, dan teknologi manufaktur yang saling berkaitan.
Dengan fasilitas produksi yang lebih modern, kualitas kapal dan kereta yang dihasilkan meningkat secara signifikan. Produk yang memenuhi standar tinggi dapat bersaing di pasar regional maupun internasional. Dampak positifnya, reputasi industri nasional semakin meningkat dan dapat menarik investasi baru.
Danantara menegaskan, penguatan kapasitas industri strategis juga bertujuan meningkatkan lapangan kerja dan keterampilan tenaga kerja lokal. Setiap proyek besar menjadi kesempatan bagi SDM untuk mengasah kompetensi dan pengalaman. Dengan demikian, pertumbuhan industri nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan dan inklusif.