Sawit

Kenaikan Harga TBS Sawit di Jambi Jadi Kabar Baik bagi Sektor Perkebunan

Kenaikan Harga TBS Sawit di Jambi Jadi Kabar Baik bagi Sektor Perkebunan
Kenaikan Harga TBS Sawit di Jambi Jadi Kabar Baik bagi Sektor Perkebunan

JAKARTA - Pergerakan harga tandan buah segar kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali menunjukkan arah positif. 

Kenaikan harga ini menjadi kabar baik bagi pelaku usaha sawit, khususnya petani. Penguatan harga terjadi pada periode penetapan 16–22 Januari 2026.

Untuk tanaman sawit usia produktif 10–20 tahun, harga TBS tercatat naik Rp 76,87 per kilogram. Dengan kenaikan tersebut, harga mencapai Rp 3.451,83 per kilogram. Nilai ini mencerminkan perbaikan harga dibandingkan periode sebelumnya.

Penguatan harga TBS ini ditetapkan melalui kesepakatan tim penetapan harga sawit daerah. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perhitungan komponen utama industri sawit. Proses ini bertujuan menjaga keseimbangan antara petani dan pelaku industri.

Komponen Penetapan Harga Sawit

Dalam penetapan periode ini, harga minyak sawit mentah atau CPO ditetapkan sebesar Rp 14.009,82 per kilogram. Sementara itu, harga kernel ditetapkan di angka Rp 11.145,58 per kilogram. Kedua komponen tersebut menjadi faktor utama dalam formulasi harga TBS.

Indeks K yang digunakan dalam perhitungan tercatat mencapai 94,49 persen. Angka ini menunjukkan porsi pembagian hasil yang cukup tinggi bagi petani. Indeks K menjadi indikator penting dalam mencerminkan kondisi pasar sawit.

Stabilitas harga CPO dan kernel berperan besar dalam mendorong kenaikan TBS. Ketika harga hilir relatif terjaga, dampaknya langsung terasa di tingkat hulu. Kondisi ini memperkuat sinyal positif bagi sektor perkebunan sawit.

Dampak Positif bagi Petani

Kenaikan harga TBS memberikan tambahan pendapatan bagi petani sawit di Jambi. Hal ini membantu meningkatkan daya beli dan menjaga keberlanjutan usaha perkebunan. Petani dengan kebun usia produktif menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya.

Harga TBS usia 10–20 tahun yang mencapai Rp 3.451,83 per kilogram dinilai kompetitif. Rentang usia tersebut merupakan fase produksi optimal tanaman sawit. Oleh karena itu, stabilitas harga pada usia ini sangat penting.

Dengan harga yang membaik, petani diharapkan dapat lebih optimal dalam perawatan kebun. Ketersediaan dana untuk pupuk dan perawatan menjadi lebih terjamin. Kondisi ini berpotensi meningkatkan produktivitas jangka panjang.

Rincian Harga Berdasarkan Umur Tanaman

Harga TBS sawit usia tiga tahun ditetapkan sebesar Rp 2.693,82 per kilogram. Untuk tanaman usia empat tahun, harga tercatat Rp 2.877,57 per kilogram. Angka ini mencerminkan tahapan awal produktivitas tanaman sawit.

Pada usia lima hingga tujuh tahun, harga TBS berada di level Rp 3.214,64 per kilogram. Sementara itu, tanaman usia delapan tahun dihargai Rp 3.283,13 per kilogram. Kenaikan harga sejalan dengan meningkatnya hasil panen.

Harga TBS usia sembilan tahun tercatat sebesar Rp 3.347,69 per kilogram. Untuk usia 21–24 tahun, harga ditetapkan Rp 3.348,60 per kilogram. Sedangkan tanaman usia 25 tahun dihargai Rp 3.196,12 per kilogram.

Prospek Harga Sawit ke Depan

Penguatan harga TBS ini mencerminkan kondisi pasar sawit yang relatif stabil. Permintaan terhadap produk sawit masih terjaga, baik untuk kebutuhan domestik maupun industri. Hal ini menjadi penopang utama harga di tingkat petani.

Selama harga CPO dan kernel tidak mengalami tekanan signifikan, harga TBS berpotensi tetap stabil. Konsistensi penetapan harga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan petani. Kepastian harga juga membantu perencanaan usaha perkebunan.

Ke depan, pemantauan pasar tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan sektor hulu dan hilir. Sinergi antara petani, perusahaan, dan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan industri sawit. Dengan kondisi yang terjaga, sektor sawit Jambi diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index