Luhut Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Dorongan Transformasi Digital melalui GovTech

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:33:15 WIB
Luhut Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Dorongan Transformasi Digital melalui GovTech

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan kunjungan ke kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Pertemuan ini membahas kelanjutan pengembangan layanan digital pemerintah atau GovTech. Fokus utama diskusi adalah bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan.

Airlangga menjelaskan bahwa program GovTech penting untuk memperkuat tata kelola negara. Pemerintah ingin memastikan seluruh layanan publik dapat lebih efisien dan mudah diakses masyarakat. Digitalisasi ini menjadi salah satu strategi utama dalam reformasi birokrasi.

Selain itu, pengembangan GovTech juga diarahkan untuk mendorong efektivitas perdagangan internasional. Layanan digital dapat memperkuat sistem logistik dan memudahkan koordinasi antarnegara. Langkah ini menunjukkan bahwa teknologi pemerintah tidak hanya berfokus pada internal, tetapi juga mendukung ekonomi global.

Integrasi Data Ekspor-Impor

GovTech berpotensi meningkatkan kinerja ekspor dan impor Indonesia melalui integrasi data antarnegara. Pemerintah berencana menghubungkan sistem digital nasional dengan negara lain agar pertukaran informasi lebih cepat. Tujuannya agar data perdagangan bisa selaras dan meminimalisir kesalahan administrasi.

Teknologi ini juga memungkinkan pengawasan perdagangan yang lebih transparan. Dengan digitalisasi, proses logistik dan ekspor-impor dapat dipantau secara real-time. Integrasi data ini diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi internasional. Sistem seperti ASEAN Single Window telah menjadi acuan dalam menghubungkan National Single Windows tiap negara anggota. Model ini mempermudah pertukaran data dan integrasi informasi secara elektronik.

ASEAN Single Window sebagai Acuan GovTech

Indonesia menggunakan ASEAN Single Window sebagai referensi dalam mengembangkan layanan digital pemerintah. Sistem ini sudah menghubungkan berbagai negara anggota ASEAN secara elektronik. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk membuat prototipe GovTech yang lebih adaptif dan terintegrasi.

GovTech yang dikembangkan tidak hanya mempercepat proses administrasi. Sistem digital ini juga meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi birokrasi berlapis dan mempercepat pengambilan keputusan.

Airlangga menegaskan bahwa adaptasi teknologi digital berbasis standar ASEAN memberikan keuntungan strategis. Indonesia dapat belajar dari praktik terbaik negara lain. Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan regional dan global.

GovTech Berbasis Kecerdasan Buatan

Sejak Maret 2025, pengembangan GovTech mulai mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Integrasi AI memungkinkan digitalisasi layanan publik lebih efisien. Penerapan teknologi ini diproyeksikan menghemat anggaran negara secara signifikan.

AI juga akan mempermudah proses birokrasi dengan mengotomatisasi pekerjaan administratif. Hal ini memberi kesempatan bagi pegawai untuk fokus pada tugas yang lebih strategis. Efisiensi ini menjadi langkah penting dalam reformasi pemerintahan modern.

Luhut memimpin Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah untuk memastikan penerapan GovTech berjalan optimal. Komite ini mengawasi seluruh program reformasi digital agar tepat sasaran. Strategi ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih baik.

Komitmen Pemerintah dalam Reformasi Digital

Pengembangan GovTech merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya adalah mereformasi sistem pemerintahan melalui teknologi digital. Tujuannya adalah menciptakan layanan publik yang transparan, efisien, dan dapat diakses seluruh warga negara.

Pemerintah menargetkan layanan digital ini dapat diterapkan secara luas di berbagai sektor, termasuk logistik dan perdagangan. Integrasi antarnegara menjadi salah satu langkah strategis untuk memaksimalkan manfaat GovTech. Keseriusan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan inovasi yang nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan Luhut dan kementerian terkait, GovTech diharapkan menjadi tonggak baru dalam reformasi birokrasi. Teknologi ini juga memberikan dampak positif bagi transparansi, efisiensi anggaran, dan kualitas layanan publik. Upaya ini mencerminkan visi pemerintah untuk membangun sistem pemerintahan modern dan responsif.

Terkini