Mentan Amran Pastikan Bantuan Cepat Untuk Korban Bencana di Cisarua

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:51:26 WIB
Mentan Amran Pastikan Bantuan Cepat Untuk Korban Bencana di Cisarua

JAKARTA - Kehadiran Menteri Pertanian Amran di Cisarua menegaskan kesiapan pemerintah menolong korban bencana. 

Bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran eselon I, dan anggota Komisi IV DPR, ia memantau langsung kondisi masyarakat terdampak. Kehadiran negara menjadi simbol respons cepat dan kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah.

Sebanyak 564 pengungsi dari 186 kepala keluarga terdampak longsor di Cisarua. Mereka saat ini ditampung di lokasi pengungsian sementara dengan perhatian khusus untuk anak-anak, balita, dan ibu hamil. Kelompok rentan ini menjadi prioritas dalam distribusi bantuan dan pelayanan kesehatan.

Menteri Amran menegaskan bantuan yang dikirimkan bukan hanya simbol, tetapi nyata dan siap pakai. Sebanyak 24 truk berisi pangan siap saji, beras, air mineral, mi instan, biskuit, susu UHT, serta kebutuhan pokok lain telah tiba di lokasi. Bantuan berasal dari Kementerian Pertanian, dukungan mitra swasta, dan unit pelaksana teknis Kementan.

Distribusi Bantuan dan Dukungan Mitra

Rencana awal menyiapkan 100 truk bantuan, namun keterbatasan lokasi membuat 24 truk lebih dulu dikirim. Bantuan ini difokuskan agar masyarakat segera menerima kebutuhan pokok sehari-hari. Langkah cepat ini diiringi dukungan mitra yang nilainya mencapai Rp 1,17 miliar untuk memperkuat pemulihan warga terdampak.

Selain logistik, kehadiran petugas dan aparat memberikan rasa aman bagi pengungsi. Koordinasi antara Kementan, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BNPB berjalan intensif. Kehadiran mereka juga mempermudah distribusi bantuan serta pemulihan sarana yang terdampak.

Penyaluran bantuan ini menunjukkan bahwa respons pemerintah tidak hanya simbolik. Kementerian memastikan setiap kebutuhan dasar warga terpenuhi. Pendekatan humanis menjadi landasan utama dalam penanganan bencana hari pertama.

Solusi Jangka Panjang untuk Pertanian Aman

Mentan Amran menekankan pentingnya solusi permanen untuk mencegah longsor di masa depan. Perubahan pola tanam menjadi salah satu strategi utama, dengan menanam tanaman tahunan atau perkebunan di wilayah rawan longsor. Tanaman ini memiliki perakaran kuat yang membantu menahan erosi dan mengurangi risiko bencana serupa.

Daerah landai tetap bisa ditanami hortikultura, sementara daerah miring fokus pada tanaman tahunan. Sistem tumpangsari sementara dapat diterapkan agar pendapatan petani tetap berjalan. Strategi ini menyeimbangkan keamanan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Anggaran untuk program ini telah tersedia sesuai arahan Presiden, dengan target pengembangan tanaman perkebunan hingga 870 ribu hektare secara nasional. Penanaman diarahkan prioritas pada kawasan rawan bencana. Langkah ini memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga sekaligus mencegah erosi tanah lebih lanjut.

Dukungan Pemulihan Sarana Produksi

Selain perubahan pola tanam, pemerintah juga fokus pada pemulihan lahan dan fasilitas pertanian. Greenhouse dan sarana produksi yang terdampak akan segera ditangani. Koordinasi dengan pemerintah daerah memungkinkan bantuan cepat dan tepat sasaran.

Petani akan mendapatkan pendampingan untuk memulai kembali produksi. Langkah ini juga memastikan ketahanan ekonomi warga pascabencana. Pemulihan sarana menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar pertanian lebih tangguh menghadapi risiko alam.

Pemerintah memastikan tidak ada sektor pertanian yang terabaikan. Bantuan diberikan dengan memperhatikan kebutuhan setiap kelompok tani. Tujuannya agar produktivitas tetap stabil dan bencana tidak menghambat kehidupan masyarakat.

Apresiasi dan Kolaborasi Semua Pihak

Anggota Komisi IV DPR, Rajiv, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian Pertanian. Ia menilai kementerian tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga peduli terhadap misi kemanusiaan. Dukungan TNI, Polri, BNPB, dan pihak lain sangat membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Kehadiran semua pihak mencerminkan kerja sama lintas sektor. Koordinasi ini memastikan penanganan bencana lebih efektif dan efisien. Solidaritas pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi musibah.

Dengan langkah cepat, bantuan nyata, dan strategi jangka panjang, pemerintah menegaskan komitmen melindungi masyarakat. Kementerian Pertanian hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga membangun sistem pertanian tangguh. Tujuannya agar petani dan warga memiliki ketahanan ekonomi serta keamanan lingkungan yang lebih baik.

Strategi Tangguh untuk Masa Depan

Pendekatan pemerintah menekankan keseimbangan antara bantuan darurat dan mitigasi risiko bencana. Penanaman tanaman tahunan di lahan miring serta hortikultura di lahan landai menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Langkah ini menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk membangun ketahanan jangka panjang.

Petani mendapat kesempatan untuk tetap produktif meski menghadapi tantangan alam. Sistem tumpangsari dapat diterapkan sementara untuk menjaga penghasilan. Strategi jangka panjang ini juga memastikan keberlanjutan pertanian yang aman dan mengurangi kerugian akibat bencana.

Respons cepat, bantuan tepat sasaran, dan mitigasi jangka panjang menegaskan komitmen pemerintah. Cisarua menjadi contoh bagaimana koordinasi pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat mengatasi bencana. Dengan strategi yang tepat, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga meski menghadapi risiko alam.

Terkini