JAKARTA - Akhir Januari 2026 menandai periode kenaikan harga untuk sejumlah mobil listrik di Indonesia.
Beberapa model dari Changan, Wuling, dan BYD mengalami revisi harga. Kenaikan ini mencerminkan penyesuaian pasar dan tren peningkatan biaya produksi di segmen kendaraan listrik.
Changan Deepal S07 melonjak Rp50 juta, sedangkan Changan Lumin naik Rp21 juta. Hampir seluruh model mobil listrik Wuling mengikuti tren serupa, dengan kenaikan mulai Rp30 juta hingga Rp56 juta. Hal ini menunjukkan bahwa harga mobil listrik kini semakin kompetitif sekaligus mencerminkan permintaan yang stabil.
BYD Atto 1, mobil listrik terlaris tahun lalu, juga menyesuaikan harga. Varian Dynamic naik dari Rp195 juta menjadi Rp199 juta, sementara varian Premium tetap stabil. Revisi ini menandai strategi produsen dalam menjaga daya tarik sekaligus menyeimbangkan margin keuntungan.
Daftar Harga Lengkap BYD dan Changan
BYD Atto 1 kini dipasarkan dengan varian Dynamic Rp199 juta dan Premium Rp235 juta. Varian Dolphin Dynamic dibanderol Rp369 juta dan Premium Rp429 juta, sedangkan Atto 3 Advanced Rp390 juta dan Superior Rp520 juta.
Model M6 Standard Rp383 juta dan Superior 7-seater Rp423 juta memberikan opsi bagi keluarga dan pengguna komersial.
Changan Deepal S07 kini Rp649 juta dan Lumin Rp199 juta. Revisi ini menunjukkan respons produsen terhadap kondisi pasar dan biaya produksi yang meningkat. Strategi ini juga menjaga daya saing merek di segmen mobil listrik mid-range.
Selain itu, Chery E5 dibanderol Rp399,9 juta dan Pure Rp369,9 juta. Seri J6 hadir dengan harga mulai Rp505,5 juta hingga Rp615,5 juta, sementara J6 T dibanderol antara Rp525,5 juta sampai Rp585,5 juta. Penyesuaian harga di lini ini mempertahankan relevansi produk bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik berkualitas.
Model Lain yang Ikut Revisi Harga
Wuling Air ev Lite naik menjadi Rp214 juta dari sebelumnya Rp184 juta. Varian LR naik dari Rp195 juta menjadi Rp251 juta, sedangkan model Pro kini Rp307 juta. Seri Binguo dan Cloud juga mengalami penyesuaian harga signifikan, mulai Rp31 juta hingga Rp50 juta per model.
Darion CE dan EX masing-masing naik Rp40 juta menjadi Rp399 juta dan Rp459 juta. Model Mitra Blind Van Premium Range kini Rp358 juta, sedangkan Minibus Premium Range Rp378 juta. Penyesuaian harga ini menegaskan tren pasar mobil listrik yang terus berkembang.
Beberapa model global juga mencatat kenaikan harga, termasuk Hyundai Ioniq 5 dan Kona. Lexus UX 300e dipatok Rp1,57 miliar dan RZ 450e Rp2,28 miliar. Volvo EX30 Plus kini Rp930 juta, sedangkan EX40 dan EC40 masing-masing Rp1,28 miliar.
Faktor Pendorong Penyesuaian Harga
Kenaikan harga mobil listrik dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk biaya produksi dan permintaan pasar. Produsen menyesuaikan harga untuk menjaga margin sekaligus menghadirkan model terbaru dengan fitur terkini. Hal ini juga menjadi strategi untuk menyeimbangkan volume penjualan dan kualitas layanan purna jual.
Selain itu, penyesuaian harga mempertimbangkan insentif pemerintah dan ketersediaan baterai. Variasi harga antar model mencerminkan perbedaan fitur, kapasitas baterai, dan teknologi yang ditawarkan. Konsumen pun tetap memiliki opsi sesuai kebutuhan dan anggaran.
Tren kenaikan harga juga mendorong produsen untuk memperkenalkan varian baru dengan spesifikasi lebih tinggi. Inovasi ini membuat pasar mobil listrik semakin dinamis dan kompetitif. Strategi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pilihan Konsumen dan Prospek Pasar
Kenaikan harga mobil listrik tidak mengurangi minat konsumen untuk beralih dari kendaraan konvensional. Model seperti BYD Atto 1, Wuling Air ev, dan Changan Deepal S07 tetap diminati berkat performa, efisiensi, dan fitur modern. Pilihan varian dan harga memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk memilih sesuai kebutuhan.
Produsen juga semakin fokus pada pengembangan teknologi baterai dan pengisian cepat. Hal ini meningkatkan daya tarik mobil listrik bagi pengguna perkotaan dan komersial. Dengan strategi harga yang tepat, pasar mobil listrik diprediksi akan terus tumbuh sepanjang tahun 2026.
Konsumen diharapkan lebih cermat dalam memilih model, mempertimbangkan kapasitas baterai, fitur keselamatan, dan layanan purna jual. Penyesuaian harga menjadi kesempatan bagi calon pembeli untuk menilai nilai tambah setiap model. Tren ini menunjukkan bahwa mobil listrik semakin menjadi pilihan utama kendaraan masa depan di Indonesia.